Penyuluhan Pembuatan Pupuk Organik dalam Rangka TMMD ke 103 di Desa Durin Timur

Proses pembuatan pupuk organik

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 di Wilayah Kodim 0829/Bangkalan, tidak hanya melaksanakan kegiatan pembangunan jalan, pembuatan jembatan, jamban, gorong-gorong dan MCK saja, akan tetapi dalam TMMD ke-103 ini juga ada sasaran non fisik, salah satu diantaranya pemberian penyuluhan kepada para petani Desa Durin Timur, Kecamatan Konang, Bangkalan, Sabtu (20/10/18).

Bertempat di Balai Desa Durin Timur, Kodim 0829/Bangkalan bekerjasama dengan Dinas Pertanian memberikan penyuluhan pertanian kepada warga setempat, yang secara khusus memberikan materi tentang peningkatan produksi tanaman dengan metode cara membikin pupuk non organik yang memiliki struktur tanah kering dan keras dan sawah tadah hujan, sesuai dengan kondisi geografis struktur tanah di wilayah Desa Durin Timur.

Menurut pemberi materi penyuluhan dari Fakultas Pertanian Unisma Malang DR Ir. Nur Hidayati MP, cara menangani tanah tandus dan cara menyuburkan tanah yang keras salah satunya dengan pamakaian pupuk organik.

“Dari pada pupuk kimia lebih bagus memakai pupuk organik yang secara permentasi di buat dari kotoran hewan, daun daun yang kering dan ranting,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Durin Timur Haji Marlayem Umar Faruq mengatakan, kegiatan penyuluhan pertanian yang merupakan bagian dari program TMMD ke 103 ini sangat bermanfaat. Ia berharap kegiatan ini bisa membantu meningkatkan produksi tanaman padi, jagung dan lainya yang baik bagi warga Desa Durin Timur

“Masyarakat kami itu mayoritas petani, lahan di sini memang cocoknya ditanami padi dan jagung. Semoga penyuluhan ini bisa membawa manfaat karena mungkin masih ada beberapa petani yang tidak tahu cara bercocok tanam yang benar,” ungkapnya.

Perwira Seksi Teritorial Kodim 0829/Bangkalan Kapten Inf Tamam menyampaikan, penyuluhan pertanian ini diharapkan bisa semakin memajukan pertanian di Desa Durin Timur dan sekitarnya. Diharapkan setelah ini petani juga dapat menerapkan teknologi budi daya padi dan  jagung yang lebih baik.

“Ya semoga dengan diberikannya penyuluhan ini masyarakat semakin tau dan paham tentang bertanam jagung, sehingga akan menghasilkan panen yang bagus dan ekonomi masyarakatpun akan meningkat,” pungkasnya. (Lim)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here