Menu

Mode Gelap

LINGKAR UTAMA · 29 Aug 2017 12:46 WIB ·

Penjualan Sapi Menurun, Pedagang Sapi di Surabaya Mengeluh


Penjualan Sapi Menurun, Pedagang Sapi di Surabaya Mengeluh Perbesar

Pedagang sapi di Surabaya

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Penjual hewan kurban di Surabaya, Jawa Timur, mengeluh. Ini disebabkan karena penjualan hewan kurban untuk persiapan Idul Adha menurun dibanding penjualan tahun 2016 lalu.

“Biasanya H-2 atau H-3 Idul Adha, sapi yang terjual mencapai 100 ekor sapi. Tapi sekarang baru terjual 70 ekor dari 125 sapi yang dijual,” kata Badri, salah satu pedagang sapi di Jalan Adityawarman, Surabaya, Selasa (29/8/2017).

Badri merupakan warga asal Kediri, yang setiap tahun ia mendagangkan sapinya di Surabaya. Ia menjual sebanyak 400 ekor sapi, yang ia datangkan dari Madura dan Kediri. Sapi tersebut kemudian ia jual di tiga tempat di Surabaya, yakni di Jalan Nginden Semolo, dan Jalan HR Soekarno, dan Jalan Aditywarman. “Sapi itu dibagi di tiga tempat, yakni masing-masing tempat itu terdapat 125 ekor sapi,” ujarnya.

Kondisi yang sepi, menurutnya, membuat pedagang tidak bisa menaikkan harga. Sapi jualannya ia bandrol dihargai kisaran Rp14 hingga Rp20 juta. Tergantung besar dan kecil sapi tersebut. “Meski harganya relatif murah, penjualan sapi tahun ini menurun,” ujarnya.

Belum diketahui secara pasti penyebab menurunnya penjualan sapi tahun ini. Menurut dia, ada dua faktor penyebab menurunnya penjualan sapi tahun ini, yaitu karena adantya sapi impor oleh pemerintah, dan maraknya penjualan online. “Dua faktor itu jelas mempengaruhi penjualan hewan kurban, mungkin itu penyebabnya,” katanya.

Senada juga disampaikan Siswandoko, penjual sapi lainnya. Ia mengaku memiliki 150 ekor sapi yang ia jual. Namun sampai saat ini baru 40 ekor yang terjual. “Biasanya pada tahun-tahun sebelumnya, H-3 Idul Adha sudah terjual sekitar 85 ekor sapi. Tapi tahun ini menurun drastis,” ujar Siswandoko, ditemui di Jalan Adityawarman.

Bila tidak laku, pria asal Jombang ini mengaku terpaksa harus membawa pulang sapi dagangannya ke kampung. Bagi sapi gemuk, nantinya dagingnya akan dijual timbang (dipotong). Sedangkan sapi yang masih kurus, akan dirawat hingga memiliki berat badan sampai tujuh kuintal. “Daging yang dipotong itu nanti akan dijual ke Jakarta,” kata bapak dua anak ini. (Mal/Lim)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Bawa Keranda Mayat, Jurnalis Gelar Aksi Tolak RUU Penyiaran di Depan Kantor DPRD Sampang

20 May 2024 - 13:32 WIB

Naas, Pengendara Sepeda Motor Tewas Dilindas Truk Trailer di Sidoarjo

17 May 2024 - 16:40 WIB

Ratusan Jamaah Haji Akan Segera Diberangkatkan, Kasi Haji dan Umroh Kemenag Bangkalan Berpesan Dua Hal Ini

17 May 2024 - 15:42 WIB

Pj Bupati Tegaskan Bahwa Tidak Ada Fee Apapun di Bangkalan, Jika Ada …..

17 May 2024 - 14:26 WIB

Plt Bupati Sidoarjo Target Job Matching Mampu Menekan angka Pengangguran

16 May 2024 - 17:21 WIB

KPU Bangkalan Lantik 90 Anggota PPK untuk Pilkada 2024

16 May 2024 - 17:18 WIB

Trending di LINGKAR UTAMA