Pengadaan Alat Bantuan Pengembangan UPPO Poktan Ditengarai Bermasalah, Begini Penjelasan Dispertapahorbun Bangkalan

Bangkalan, Lingkarjatim.com,- Penyaluran bantuan hibah untuk mendukung Pertanian melalui pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) di Kabupaten Bangkalan ditengarai bermasalah. 

Pasalnya berdasarkan informasi yang diperoleh oleh tim media Lingkar Jatim bantuan uang dua ratus juta untuk masing-masing kelompok Tani yang seharusnya dibelanjakan secara swadaya ternyata harus di setor ke seseorang untuk kemudian dibelanjakan beberapa peralatan.

“Katanya swadaya, tapi kenapa harus setor dan dibelikan,” ucap salah satu informan yang sengaja namanya tidak dipublikasikan.

Tim media Lingkar Jatim mencoba mengkonfirmasi hal tersebut kepada Kepala Sub Koordinator Pupuk, Pestisida dan Alsintan Dinas Pertanian Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dispertapahorbun) Bangkalan, Rudi Hariyanto selaku yang mengawasi bantuan tersebut.

Kepada media Lingkar Jatim Rudi membenarkan bahwa beberapa kelompok tani menyetorkan sejumlah uang kepada dirinya untuk kemudian dirinya yang membelanjakan alat.

“Iya, setor ke saya,” ucapnya membenarkan bahwa dirinya menerima uang dari para kelompok tani tersebut lalu membelanjakannya Kamis (07/12/23).

Saat ditanya apakah cara tersebut tidak melanggar aturan, Rudi beralasan hal tersebut dilakukan karena khawatir apabila diserahkan ke kelompok tani untuk beli sendiri hasilnya tidak sesuai spek.

“Ya sebenarnya kalau kita serahkan ke petaninya iya kalau sesuai harapan, kalau tidak ? Saya juga yang kenak,” tegasnya. 

Bahkan Rudi bercerita bahwa ada kelompok tani yang ingin membelanjakan tidak sesuai spek, sehingga dirinya melarang agar tidak menjadi temuan.

“Ya sebenarnya mau dibelanjakan yang murah tidak sesuai spek, saya tidak mau,” ucapnya menjelaskan bahwa sempat mau dibelanjakan yang tidak sesuai spek sama kelompok tani penerima bantuan tapi dirinya melarang.

Bahkan Rudi mengaku membiarkan kelompok tani yang mau beli sendiri atau melalui dirinya, baginya yang terpenting adalah sesuai dengan spek yang sudah di tentukan di pengajuan.

“Ada kelompok yang berangkat sendiri tak biarkan, monggo saya bebaskan, tidak saya permasalahkan, yang terpenting sesuai spek,” tukasnya. 

“Yang Galis beli sendiri,” pungkasnya menjelaskan bahwa dirinya tidak mau terlalu intervensi. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here