Parade Layang-Layang Batik Sedot Perhatian Wisatawan di Pantai Slopeng

Bupati Sumenep saat menyaksikan parade layang-layang

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Parade layang-layang menghiasi festival batik on the sea 2019. Parade layang-layang dengan motif dan desain batik itu menjadi rangkaian batik on the sea 2019 yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep di Pantai Slopeng, Kecamatan Dasuk, Sabtu (28/07) kemarin.

Festival batik on the sea 2019 tersebut dihadiri ribuan wisatawan, baik lokal maupun nasional. Bahkan pengunjung internasional dari Perancis pun ikut hadir. Pada pelaksanaannya, parade layang-layang bercorak batik itu sukses menyedot perhatian ribuan pengunjung yang hadir.

Bupati Sumenep, Abuya Busyro Karim mengatakan, parade layang-layang tersebut dilaksanakan untuk menarik wisatawan asing berkunjung ke Sumenep. Selain itu, juga memperkenalkan batik khas Sumenep ke kancah internasional.

“Kita ingin mengembangkan industri batik yang ada di Kabupaten Sumenep ini, yang dari kelompok kelompok kecil hingga menjadi kelompok besar supaya lebih berkembang dan dapat dilestarikan,” katanya.

Dia mengatakan, dulu batik hanya kesederhanaan dari Desa ke Desa, namun kali ini batik sudah menjadi kebanggaan bagi masyarakat, dan Industri batik di Sumenep tidak hanya akan dipertahankan, melainkan wajib ditingkatkan.

“Kita mendukung batik di Sumenep ini melalui kebijakan-kebijakan, misalnya, anak Sekolah Dasar (SD) sudah harus memakai batik, dan ASN juga tiap hari Selasa harus memakai batik,” imbuhnya.

Lebih lanjut, suami Nurfitriana ini mengurai, di Kabupaten Sumenep terdapat 46 industri batik dengan ciri khas yang berbeda. Sehingga budaya membatik bukannya hanya harus dipertahankan, tetapi harus ditingkatkan ke level Nasional.

“Mulai dari dulu batik menjadi sebuah kebanggaan dan kesederhanaan tersendiri yang dipakai dari Desa ke Desa. Namun saat ini sudah menjadi industri batik mulai dari yang kecil hingga memproduksi dalam skala besar,” jelasnya.

Busyro menambahkan, guna menjaga kelestarian batik khas Sumenep, pemerintah Daerah sangat mendukung. Terbukti dalam kebijakannya Batik dijadikan sebagai seragam sekolah dan juga seragam ASN di Sumenep. “Dari sisi tradisinya kita mendukung Batik di Sumenep melalui sederet kebijakan,” ungkapnya.

Mantan ketua DPRD Sumenep itu juga memastikan akan mendukung penuh para pembatik di Sumenep, agar terus meningkatkan kualitas dan krearivias batiknya. “Ini dilakukan agar Batik Sumenep bisa bersaing di pasar nasional, bahkan Internasional,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, parade layang layang batik ini tidak ditentukan pemenang. Namun, memilih 5 terbaik. Terbaik pertama diraih utusan Kecamatan Manding, kedua dari KKS Dungke’ dan ketiga diraih delegasi dari Kecamatan Lenteng.

Sementara terbaik ke empat dan lima, masing masing diraih SMPN 6 Sumenep dan SMPN 6 Sumenep. Ke lima terbaik tersebut mendapatkan cinderamata, sertifikat serta uang tunai sebesar Rp. 250.000,-.

Selain parade layang-layang, festival batik on the sea juga dimeriahkan dengan Fashion Batik Competition, Pameran Batik hingga lomba fotografi. (Lam/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here