Menang di Pengadilan, YPS Kembali Kelola Asta Tinggi Sumenep

Pembacaan Amar Putusan oleh Panitera PN Sumenep, Supriadi

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Pengadilan Negeri (PN) Sumenep, Jawa Timur membacakan putusan sengketa perkara pengelolaan Asta Tinggi antara Yayasan Panembahan Somala dan Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti).

Pembacaan itu dilakukan langsung oleh Panitera PN Sumenep, Supriadi didepan pintu masuk Asta Tinggi, Desa Kebonagung, Kecamatan Kota, Sumenep, Kamis (18/07).

Saat membacakan keputusan tersebut, Supriadi mengatakan Asta Tinggi merupakan aset Yayasan Panembahan Somala (YPS). “Asta Tinggi yang merupakan objek Wisata religius adalah Aset Yayasan Penembahan Somala (YPS) atau pihak penggugat,” katanya seperti dilansir dari Limadetik.com.

Usai pembacaan putusan, Kuasa Hukum Yayasan Yapasti, Farid Fathoni mengatakan amar putusan Pengadilan Tinggi Surabaya tersebut tidak dapat dilaksanakan. Karena tidak membatalkan SK Gubernur nomor 118/250/KPTS/013/2014.

Selain itu, kata dia, sita eksekusi No.02/Pdt.Eks./2018/PN.Smp tidak dapat dilaksanakan, karena amar putusan PT Surabaya No 735/PDT/2017/PT Surabaya tersebut juga tidak membatalkan SK Bupati yang diberikan pada para penjaga Asta Tinggi untuk mengatur wisata religi tersebut.

“Tidak dapat dilaksanakan karena tidak membatalkan atau mencabut atau menyatakan tidak sah surat keputusan Bupati Sumenep yang diberikan kepada para penjaga Asta Tinggi untuk mengatur Asta Tinggi,” kata Farid Fathoni.

“Serta tidak membatalkan atau mencabut atau menyatakan tidak sah Surat Keputusan Gubernur Jawa Timur,” tambahnya.

Sementara itu, Kuasa Hukum YPS, Wiyono Subagio membantah amar putusan tersebut tidak dapat dilaksanakan. “Keputusan Gubernur itu tidak pernah dipersoalkan di pengadilan kok. Gubernur mengeluarkan keputusan itu karena dibohongi aja. Buktinya di pengadilan sampai di Mahkamah Agung kita menang,” bantahnya.

Diketahui, lahan dan pengelolaan Asta Tinggi yang sebelumnya dikelola oleh Yayasan Penjaga Asta Tinggi (Yapasti) digugat oleh Yayasan Panembahan Somala (YPS). Selama 12 Tahun lamanya, Asra Tinggi dikelola oleh Yapasti. Namun, sejak putusan ini, kedepan objek wisata religi tersebut akan dikelola oleh YPS. (Lam/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here