Memandang Keindahan Sumenep dari Tebing Grunggungan

Salah Seorang Wisatawan Lokal Saat Berkunjung ke Tebing Grunggungan

SUMENEP, Lingkarjatim.com — Bicara keindahan alam Sumenep memang tiada habisnya. Keindahan pantai misalkan, ada Pantai Slopeng, Pantai Lombang, hingga hamparan pasir putih di pantai Pulau Gili Labak.

Namun, bagaimana jika ingin melihat pulau-pulau di Sumenep dari kejauhan, tidak ada salahnya jika mengunjungi Bukit atau Tebing Grunggungan di Desa Rombiya Timur, Kecamatan Ganding. Sekitar 1 jam dari Kota Sumenep ke arah barat.

Di puncak bukit ini, menghadap ke selatan menjadi kelebihan tersendiri. Meski jauh dari pantai, bisa melihat hamparan pulau di selatan Sumenep, ada Pulau Giligenting, Pulau Giliraja, Pulau Gilipandan, juga Pulau Gilingan.

Sebelum pulau-pulau, terlihat indah pula hamparan lautan yang membentang di selatan Sumenep. Hijaunya pepohonan menjadi daya tarik tersendiri dari bukit ini. Bahkan, kala malam, mercusuar di Probolinggo juga akan tampak. Tentu sangat cocok dijadikan spot selfie maupun foto bareng keluarga.

Baca Juga :  UMK Sumenep 2020 Naik Rp 153 ribu, Jadi Rp 1,9 juta

Meski pembangunan wisatanya belum selesai, namun sejumlah wisatawan sudah sering berkunjung ke tempat ini. Mereka yang berkunjung, kini belum ditarik biaya karcis alias gratis. Walaupun nanti sudah selesai pembangunan, biaya karcis hanya Rp 2 ribu.

“Teman-teman komunitas fotografer indonesia sering kesini. Bahkan ada yang sampai bawa modelling untuk swafoto disini,” kata Nasiri, salah satu pengelola wisata Tebing Grunggung.

Rencananya, ditempat itu akan dibangun lebih banyak spot foto. Wisata desa yang berbatasan dengan Desa Karduluk di selatan, Desa Ganding di Utara, Bataal Timur dan Rombiya Barat di sebelah barat, serta Desa Talagah disebelah timur ini direncanakan rampung dengan sempurna tahun 2021 mendatanf

Ketika pembangunan sudah selesai dengan sempurna, nantinya sejumlah minunan khas, seperti legen akan dijual di tempat ini. Makanan ringan berupa singkong yang dimasak dengan legen kini sudah siap saji.

Baca Juga :  27 Hektar Padi di Sumenep Terendam Banjir, Petani Terancam Gagal Panen

“Kadang banyak wisatawan yang seminggu bisa berkunjung tiga hingga empat kali dalam seminggu. Selain untuk sekedar berfoto, mereka juga ketagihan menikmati singkong yang direbus dengan legen,” ungkapnya.

Nasiri juga mengatakan, wisata Bukit Grunggungan kini dikelola Bumdes Rombiya Timur. Mereka tidak ingin desa Rombiya Timur menjadi desa tertinggal. Wisata itu, juga diproyeksikan bisa memberdayakan masyarakat sekitar.

“Nanti petani juga bisa jual hasil taninya disini. Mulai dari legen, singkong, jagung, kacang, dan semacamnya,” tambah Alumni INSTIKA Guluk-Guluk tersebut. (Abdus Salam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here