Lakukan Audiensi, PMII Bangkalan Minta Dinkes Buat Posko Kesehatan di Akses Suramadu

PC PMII Bangkalan saat melakukan audiensi ke Dinkes Bangkalan

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bangkalan kembali melakukan audiensi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan, Rabu (24/10/2018).

Salah satu aspirasi yang dibawa kader pergerakan itu adalah terkait lingkungan kesehatan yang ada di Puskesmas masih marak orang yang merokok.

Padahal, sudah diketahui jika dampak rokok sangat tidak baik bagi orang lain. Menurut Ketua PC PMII Bangkalan Baijuri Alwi hal itu merupakan bentuk dari ketidaktegasan petugas Puskesmas dalam memberlakukan sistem.

Selain itu, Baijuri juga memperhatikan kondisi akses jalan Suramadu yang seringkali terjadi banyak dan sangat rawan kecelakaan.

“Sampai ada korban yang tidak tertolong karena memang jauh dari fasilitas kesehatan, sehingga nyawanya tidak tertolong,” kata Ketua yang biasa disapa Baye itu.

Dirinya mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait diantaranya dengan DPRD, Polres, Dishub, dan juga RSUD Syamrabu dan saat ini dengan Dinkes.

“Untuk membangun fasilitas kesehatan yang ada di lokasi akses Suramadu, semua pihak sudah setuju dengan program pembuatan puskesmas pembantu” katanya.

Sementara itu Plt Dinas Kesehatan Bangkalan, Sudiyo menyambut masukan dari sahabat PMII. Sebab, semua masukan yang disampaikan adalah deni kebaikan bersama.

Pertama ia menanggapi terkait dengan menjaga lingkungan dari polusi rokok. Pihaknya sudah melakukan upaya bebas rokok di lingkungan Puskesmas. Tetapi, karakter masyarakat masih belum bisa untuk tidak merokok di sekitar tempat kesehatan.

“Kita tetap optimis untuk melakukan tindakan tegas bagi perokok di sekitar puskesmas,” katanya.

Terkait pembuatan puskesmas pembantu mantan Kepala Puskesmas Blega itu siap untuk menjadi leading sektor dalam hal tersebut.

“Tapi menurut saya yang lebih tepat itu bukan puskesmas pembantu tapi posko pelayanan. Disana nanti ada petugas kepolisian juga,” ujarnya.

Ia mengaku siap untuk melakukan koordinasi dengan semua pihak agar rencana pembangunan posko bisa terealisasi.

“Harus koordinasi dulu karena ini berhubungan dengan anggaran,” pungkasnya. (Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here