Komisi II DPRD Sumenep Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih Pada Sektor Pertanian

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, H. Subaidi

SUMENEP, Lingkarjatim.com — Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep, Jawa Timur berharap pemerintah setempat dapat memberi perhatian lebih kepada petani dengan membuat sejumlah terobosan baru di sektor pertanian.

Harapan ini bukan tanpa alasan, disamping nelayan, mayoritas masyarakat kabupaten ujung timur Pulau Madura ini adalah petani. Mayoritas masyarakat Kabupaten Sumenep menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Ketua Komisi II DPRD Sumenep, H. Subaidi mengatakan, saat ini fokus utama Komisi II memang untuk sektor pertanian. Sehingga perhatian pemerintah ini akan menyelaraskan upaya legislatif dengan eksekutif.

Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini mengatakan, apalagi, saat ini Sumenep sudah memiliki Bupati dan Wakil Bupati yang baru dilantik. Perhatian Achmad Fauzi dan Dewi Khalifah ini, kata Fauzi memang sangat ditunggu oleh petani di Sumenep.

Lebih lanjut, Subaidi mengatakan, ada banyak hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk lebih memperhatikan sektor pertanian. Kata dia, salah satu hal yang bisa dilakukan pemerintah ke depan, adalah menaikkan anggaran di sektor pertanian.

Hal ini bukan tanpa alasan, kata dia, sudah disebutkan bahwa mayoritas masyarakat Sumenep menggantungkan hidupnya di sektor pertanian. Oleh karena itu, jika pemerintah daerah serius ingin mengentaskan kemiskinan, maka langkah itu bisa dimulai dari sektor petani.

“Karena mayoritas masyarakat Sumenep adalah petani. Jika sektor pertanian maju, angka pengangguran akan terkurangi dan masyarakat akan lebih sejahtera,” katanya, Rabu (21/04).

Ia mengatakan, saat ini angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep ini terbilang cukup miris. Berdasarkan yang disampaikan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Sumenep masuk daerah yang saat ini menduduki peringkat 3 daerah termiskin di Provinsi Jawa Timur. Bahkan versi data Badan Pusat Statistik (BPS), Sumenep masuk peringkat dua kabupaten termiskin di Jatim.

Realitas angka kemiskinan ini, katanya, harus benar-benar diperhatikan. Pemerintah diminta tidak abai melihat sektor pertanian di Sumenep. Kesejahteraan petani akan meningkat jika anggaran di bidang pertanian memadai.

“Pemkab Sumenep harus mampu memberikan terobosan anggaran guna mewujudkan kesejahteraan petani. Semoga tidak hanya janji tapi bisa terealisasi dengan meningkatkan anggaran di sektor pertanian,” ungkap lelaki asal Kecamatan Lenteng, Sumenep tersebut. (Abdus Salam).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here