Kirab Hari Santri Nasional IPNU Jatim-Nurul Jadid Lalui Tujuh Kota

Peta Perjalanan Kirab Resolusi Jihad

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PW IPNU) Jawa Timur menggelar perjalanan Kirab Resolusi Jihad. Acara yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Jadid, Paiton Probolinggo dan Pemprov Jawa Timur itu dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 22 Oktober 2017. Kirab akan melalui tujuh kota dimulai pada Jumat, (20/10/2017) pagi.

Ketua PW IPNU Jatim, Haikal Atiq Zamzami mengatakan tujuh kota yang akan dilewati rombongan kirab panji resolusi jihad diantaranya, Madiun, Nganjuk, Jombang, Surabaya, Pasuruan, Probolinggo dan berakhir di Kraksaan. Tidak hanya melakukan kirab, di setiap kota peserta juga menziarahi makam para kiai dan pejuang kemerdekaan, silaturahim ke pesantren-pesantren, melakukan bakti sosial dan memberikan sumbangan kepada fakir miskin.

“Tahun ini, HSN kita peringati dengan meriah dan semarak. Tidak hanya secara serimonial namun juga diisi dengan acara-acara yang sifatnya edukasi dan refleksi atas perjuangan para kiai dalam merebut kemerdekaan,” tuturnya.

Jarak tempuh dari Madiun ke Krakssan, sambung Haikal, diperkirakan mencapai 251 KM. Adapun rincian rute kirab yaitu, setelah berkumpul dan memulai kirab dari Masjid Quba Madiun, peserta melanjutkan perjalanan dan akan sholat Jum’at di Masjid Agung Baitussalam Nganjuk. Setelah itu, menuju ke Jombang untuk berziarah ke makam KH Bisri Syansuri Denanyar, KH Wahab Hasbullah Tambak Beras, Hadratussyaikh Hasyim Asyari, dan Istighotsah pelajar bersama santri Tebuireng.

Kemudian berlanjut menuju Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, Kraksaan hingga Paiton. Di Surabaya peserta akan berziarah ke makam KH Ridwan Abdullah dan mendengarkan orasi kebangsaan yang akan dipimpin langsung oleh H A Muhibbin Zuhri, Ketua PCNU Surabaya di gedung “Hoofdbestuur Nahdatoel Oelama” Surabaya.

Ketika sampai di Pasuruan, peserta akan Jagongan bersama Bupati Pasuruan di Pendopo. Selain itu, mengaji dengan 22 Khataman Al-Qur’an di makam KH Abdul Hamid bersama Pelajar Santri Pasuruan dan makan 22 Tumpeng di Masjid Agung Pasuruan.

Setibanya di Probolinggo peserta akan singgah di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong untuk ngaji Hujjah Aswaja yang dipimpin langsung oleh KH Mutawakkil Allallah Ketua PWNU Jatim. Selain itu, mereka akan bermujahadah di Kantor PCNU Kraksaan.

“Setelah itu melanjutkan perjalanan menuju Paiton sebagai lokasi finish Kirab, tepatnya di Pondok Pesantren Nurul Jadid. Sesampainya akan diadakan penyerahan Panji Kirab di Pondok Pesantren Nurul Jadid,” terang Haikal.

Kepala Pesantren Nurul Jadid, KH Abdul Hamid Wahid menuturkan, kirab HSN merupakan momentum untuk merefleksikan perjuangan para ulama dalam memerdekakan, menjaga dan merawat bangsa Indonesia. Perjalanan kirab, tambahnya, dapat diumpamakan dengan turunnya wahyu yang membuat Nabi Muhammad kedinginan dan gemetar karena mendapat amanah yang besar.

“Simbol bahwa kita akan bangkit dari tempat tidur, melepas selimut untuk melaksanakan amanah yang dibebankan pada pundak santri. Santri adalah calon ulama, intelektual dan penggerak perubahan di masyarakat,” tandasnya.

Selain itu, IPNU bersama Ponpes Nurul Jadid mencoba melakukan pemecahan rekor MURI Makan bersama “Tabheg” nasi khas santri Nurul Jadid dengan 10.000 santri dan melaksanakan Upacara Peringatan Hari Santri Nasional 2017 hingga Formasi Mozaik 10.000 Santri di Pondok Pesantren Nurul Jadid. (Sul/Lim)

Leave a Comment