Ketua PCNU Bangkalan: Gempa yang Banyak Terjadi Akibat Ulah Manusia pada Alam Semesta

Ketua PCNU Bangkalan KH Makki Nasir

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Pada tahun 2018 ini fenomena gempa bumi sudah sering kita dengar dan kita rasakan. Namun, akhir-akhir ini gempa bumi terjadi beriringan.

Pertama, gempa bumi terjadi di daerah Kabupaten Sumenep pada 13 Juni 2018. Gempa bumi tersebut hanya karena patahan lokal tidak berpotensi tsunami. Tetapi banyak kerusakan yang terjadi akibat gempa itu.

Setelah itu gempa bumi pun terjadi di pulau Lombok pada 05 Agustus 2018. Pulau yang banyak dikunjungi wisatawan itu tidak hanya sekali terjadi gempa. BMKG waktu itu menyebutkan ada 1.005 gempa susulan.

Kabar duka juga dialami oleh masyarakat Palu dan Donggala, Sulawesi Utara. Kedua daerah itu dilanda gempa disertai dengan tsunami. Banyak yang mengungsi ke bukit dan keluar daerah untuk menyelamatkan diri.

Bahkan, pemerintah memperbolehkan mengambil barang di minimarket untuk memenuhi kebutuhan hidup pasca terjadinya gempa disertai tsunami itu. Tidak sedikit korban yang meninggal atas peristiwa tersebut.

Baru tadi malam, Kamis (11/10/2018) dini hari Provinsi Jawa Timur dihebohkan dengan terjadinya gempa yang terjadi di timur laut Situbondo. Getarannya sampai dirasakan oleh masyarakat Madura.

Tidak terkecuali Kabupaten Sumenep banyak rumah mengalami kerusakan yaitu di pulau Sepudi. Dalam peristiwa itu juga ada tiga orang meninggal dunia.

Menanggapi itu Ketua PCNU Kabupaten Bangkalan KH Makki Nasir mengatakan gempa bumi dan bencana lainnya yang sering terjadi di Indonesia, bahkan di daerah-daerah yang aman gempa adalah Fenomena alam yang harus menjadi renungan bagi kita semua.

Sebagai umat muslim yang baik ia meminta untuk perbanyak bermunajat dan berdoa kepada Allah serta introspeksi diri. Ia juga menyebutkan bahwa terjadinya bencana tidak lain karena perilaku manusia terhadap alam semesta.

Sebagai Pimpinan Nahdlatul Ulama Kabupaten Bangkalan ia menyebutkan firman Allah dalam surat Ar-Rum ayat 41. “Kerusakan yang terjadi di muka bumi ini akibat ulah Tangan-tangan jahil manusia”.

“Maka dari itu kita sebagai manusia harus bisa menjaga dan merawat alam lingkungan di sekitar kita serta jaga sikap dan tindakan dari hal-hal tidak baik,” kata KH Makky Nasir, Kamis (11/10/2018).

Ia menambahkan bahwa perlu dipahami yang dimaksud alam semesta yakni meliputi lingkungan hidup maupun alam sosial kemasyarakatan.

“Kita sering kali tidak peduli terhadap lingkungan kita, berbuat yang tidak diridhoi oleh Allah, berdoalah semoga baik-baik saja,” tuturnya. (Zan/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here