Kader Jual Kalung Demi PMII, Cerita Dibalik Temu Raya Alumni PMII Tarbiyah UINSA

Akrab – Sesi Foto Bersama antara baberapa Alumni PMII Tarbiyah dengan Panitia. (Foto, samsul)

Lingkarjatim.comSurabaya – Ratusan alumni PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) Tarbiyah UINSA Surabaya memadati Gedung Sport Center UINSA Surabaya, Minggu (16/04/2017). Tujuannya untuk memperingati Harlah PMII ke-57 yang dikemas temu Alumni Raya PMII Tarbiyah UINSA. Mereka bernostalgia mengenang masa indah sewaktu berproses di PMII Tarbiyah dulu.

Harits Nu’man, ketua panitia mengatakan sekitar 500 alumni hadir dalam acara tersebut, mulai angkatan 1980 sampai 2016. Namun, lanjutnya ada beberapa tidak bisa hadir akibat mempunyai kesibukan. “Ada permintaan dari mereka agar tahun depan diadakan lagi sehingga yang belum bisa datang, tahun depan bisa hadir,” ujar pria angkatan 1999 ini disela-sela acara.

Ditambahkannya, tujuan diadakannya acara tersebut murni kegiatan reoni alumni PMII Tarbiyah. Sekitar tiga bulan yang lalu dia silaturahmi kepada senior yang jarang ditemui oleh sahabat yang aktif jadi pengurus, sehingga dari pertemuan itu muncullah ide reoni tersebut.

Salah satu alumni, Aliman Haris, menyayangkan beberapa alumni tidak hadir, padahal dia sangat berharap bisa bertemu dengan sahabat seperjuangan yang menurutnya hebat pada masa itu. “Angkatan 1997 hanya saya dan Nuril Huda yang hadir, maklumlah 1997 adalah komunitas kader hebat yang sempat menjadi eksekutor pembentukan cabang wonocolo,” ujar mantan anggota DPRD Bangkalan itu.

Dijelaskannya, mayoritas mereka tidak bisa hadir karena sedang sibuk dengan urusan fardu ain, atau karena sulit mengatur jadwal dari padatnya kegiatan terkait dengan tugas dan tanggung jawabnya sesuai peran yang sedang diembannya.

Namun, kekecewaan Aliman -sapaan akrabnya- pun hilang ketika disela-sela acara mendengar cerita senior angkatan 1980 yang harus menjual kalungnya demi membeli stempel dan atribut PMII. Dia merasa mendapatkan inspirasi dari beratnya perjuangan senior dalam membangun PMII Tarbiyah. “Semoga kader PMII Tarbiyah adalah kader hebat. Berorganisasi itu lebih penting membangun soliditas dan solidaritas, tidak membiarkan diri larut dalam suasana adu hebat antar sesama kader tarbiyah khususnya kepengurusan PMII selanjutnya,” tegasnya.

Acara tersebut juga dihadiri oleh alumni PMII Tarbiyah yang sudah menjadi tokoh nasional, seperti Imam Nahrawi yang kini menjabat Kemenpora RI, Muhamad Siroj DPRD Jatim, Achmad Heri DPRD Jatim, Prof Ahmad Muzakki dan juga yang lainnya.

Reportel : Samsul

Leave a Comment