Ini Motif Pelaku Mutilasi Guru Dalam Koper di Blitar

Tersangka AP dan AS

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Motif mutilasi dalam koper di Kota Blitar karena hubungan asmara sesama jenis. Sebelum terjadi pembunuhan, pelaku diketahui sudah empat kali berhubungan intim dengan korban.

“Dari keterangan pelaku, kita dapatkan ada hubungan asmara antara korban dan pelaku. Dimana pelaku telah empat kali melakukan hubungan sesama jenis,” kata Wakapolda Jawa Timur, Brigjen Toni Harmanto, saat merilis kasus mutilasi dalam koper di Mapolda Jatim, di Surabaya, Senin (15/4/2019).

Toni menjelaskan, pelaku AS dengan korban Budi Hartanto memiliki hubungan sesama jenis sejak 2018. Keduanya pun sudah beberapa kali berhubungan sesama jenis, karena suka sama suka.

“Tiga kali dilakukan di rumah korban, dan yang keempat dilakukan di sebuah warung kopi (warkop) di Kediri, hingga akhirnya terjadi pembunuhan,” ujarnya.

Pembunuhan itu dilakukan AS lantaran korban meminta uang setelah berhubungan intim di warkop tersebut. Namun, AS kala itu tidak punya uang untuk membayar korban. 

“Korban minta uang Rp100 ribu kepada pelaku, setelah berhubungan badan. Karena AS tidak punya uang, hingga akhirnya keduanya bertengkar dan berujung pembunuhan,” kata Toni.

Sementara untuk pelaku lainnya, yakni AP merupakan tetangga dan teman AS. AP diketahui tidak mengenal Budi dan tidak memiliki hubungan dengan korban. “Saat kejadian, AP diminta AS untuk membantu melakukan pembunuhan. Yang punya hubungan asmara hanya AS dan korban,” ujarnya.

Seperti diketahui, warga Kota Blitar digegerkan penemuan mayat dalam koper di antara semak-semak dekat sungai, tepatnya di bawah jembatan Desa Karanggondang, Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar, pada Rabu, 3 April 2019. Koper warna hitam itu ditemukan pencari rumput di desa sekitar.

Saat ditemukan, di dalam koper ada sesosok mayat yang tidak memakai kain sehelai pun. Mayat tersebut ditemukan tanpa kepala.

Sepekan setelah kejadian, polisi akhirnya berhasil menangkap AP dan AJ, pelaku mutilasi di dua tempat berbeda pada Kamis, 11 April 2019. AP ditangkap di Jakarta, dan AJ ditangkap di Kediri. Setelah menangkap keduanya, akhirnya polisi juga berhasil mengungkap keberadaan kepala korban mutilasi di Kediri. (Mal/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here