Fauzan Jakfar dan Mimpinya Membawa KONI Bangkalan 10 Besar Jatim

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Misi besar diemban Fauzan Jakfar selaku nahkoda organisasi olahraga KONI Bangkalan. Mendapat mandat selaku ketua umum Koni Bangkalan sekira 8 bulan lalu, alumnus UINSA ini dihadapkan pada persoalan yang tidak mudah. Betapa tidak, KONI yang saat itu menaungi 22 cabang olahraga, hanya mampu menjadi juru kunci pada PORPROV (Pekan Olahraga Provinsi) terakhir.

Dalam ajang dua tahunan tersebut, Kabupaten Bangkalan berada di peringkat ke 38 dari 38 kabupaten/kota peserta. Hanya dua cabor yang mampu menyumbangkan medali. Dari total 4 medali yang bisa dibawa pulang kontingen Bangkalan. Tiga diantaranya diraih oleh atlet pencak silat, sedangkan satu lainnya diraih oleh atlet renang.
Kondisi yang tidak mudah bagi Fauzan Jakfar dan seluruh pengurus KONI yang dilantik bulan Januari lalu tersebut. “kita benar-benar memulainya dari nol, walau demikian kami tetap memberi apresiasi atas segala upaya yang dilakukan kepengurusan sebelumnya,” ujar Fauzan Kamis (17/9).

Lingkarjatim.com yang berkesempatan mewawancarai Fauzan Jakfar secara mendalam mengupas kiat pria kelahiran 11 Oktober 1978 itu, dalam membangun Kembali sektor olahraga di Kabupaten Bangkalan. Menurut mantan Ketua KPUD Bangkalan tersebut, ada tiga hal yang dia lakukan dalam menjalankan misi kepemimpinannya di KONI Bangkalan.

Yang pertama adalah melakukan pembenahan tata Kelola keuangan dan organisasi, baik di tubuh KONI sendiri, maupun di setiap organisasi cabang olahraga. Selain memang karena organisasi KONI mengelola dana hibah dari pemerintah, yang harus dipertanggung jawabkan secara akuntabel dan transparan. KONI Bangkalan selama ini memang mendapatkan dukungan dana yang minim, setidaknya lebih rendah dibandingkan 3 organisasi KONI di 3 kabupaten lain di Madura.

Karena itu atas komunikasi yang sudah dibangun pihaknya baik dengan eksekutif maupun legislatif selama ini, Fauzan berharap kedepan anggaran pengembangan olahraga dapat terus ditingkatkan, dengan harapan hal itu dapat turut menunjang prestasi para atlet di tiap-tiap cabang olahraga.

“jadi sampai kami tanyakan kepada tiap-tiap cabor, berapa dana yang dibutuhkan dan target apa yang bisa direalisasikan dengan anggaran tersebut. Hal itu semata-mata kami lakukan agar terbangun komitmen yang kuat baik dari para atlet, pelatih dan pengurus cabang olahraga,” papar Fauzan.

Hal lain yang tak luput dari perhatian Fauzan adalah membangun sistem pembinaan atlet berjenjang. Baginya, prestasi olahraga tak mungkin di raih secara instan. Atlet yang diterjunkan dalam ajang olahraga tidak boleh asal comot begitu saja. Harus ada Latihan yang berkala, serta dibangun sistem regenerasi yang tepat.

“tiap-tiap cabor mulai kita galakkan pembinaan atlet yang berlapis, mula dari dewasa, remaja, hingga anak-anak atau usia dini,” imbuh Mantan Sekretaris KNPI Kabupaten Bangkalan itu.

Selain dua hal tersebut diatas, hal terakhir yang menjadi kiat Fauzan menjalankan misi kepemimpinannya adalah dengan membangun kultur olahraga di tengah masyarakat. Fauzan berharap, kedepan olahraga di Bangkalan harus bisa menjadi bagian utuh dari masyarakat. Yang mampu menjadi industri sehingga dapat mendongkrak perekonomian warga.

“karenanya kedepan olahraga harus juga mampu menjadi Sport Tourism, jadi bagaimana kedepan olahraga menjadi wisata bagi warga. Karenanya selain pembinaan yang suistenable kami juga sedang menyiapkan dukungan sport science. Sehingga atlet olahraga kita kedepan tidak hanya mengandalkan otot namun juga harus didukung dan terintegrasi dengan tekhnologi serta perkembangan ilmu pengetahuan di bidang olahraga,” jelas Fauzan Jakfar.

Oleh karena itu semua, pihaknya berharap agar seluruh elemen baik itu atlet, pelatih maupun pengurus cabor dan KONI. Dapat melangkah Bersama untuk merealisasikan target KONI Bangkalan kedepan, yakni masuk dalam 10 besar pada PORPROV berikutnya. (Jos)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here