Dugaan Potongan Dana Kapitasi di Sumenep, Polisi Akan Lakukan Audit

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Marwoto

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Dugaan pemotongan dana kapitasi di Kecamatan Peragaan, Sumenep, Jawa Timur semakin meruncing. Polres setempat tampaknya lebih serius menangani kasus yang saat ini menjadi perhatian masyarakat tersebut. Bahkan, Polisi menyebut akan segera melakukan audit.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Tego S. Marwoto mengatakan, audit terhadap kasus tersebut dibutuhkan untuk memastikan penggunaan dana kapitasi, termasuk dugaan pemotongan yang dilakukan oknum Puskesmas Peragaan.

“Perlu kami lakukan audit pada kasus dugaan pemotongan dana Kapitasi ini,” kata Kasat Reskrim Polres Sumenep AKP Tego S. Marwoto saat ditanya media, Selasa (13/8/2019).

Kata dia, sesuai hasil pemeriksaan dana yang dipotong itu digunakan untuk membayar tenaga suka relawan (sukwan) yang terdiri dari 104 orang. Dengan demikian, kata Tego perlu dikalkulasi.

“Kan perlu diaudit 104 orang menghabiskan berapa duit, lalu sisanya kemana. Termasuk, kabarnya mengalir ke Dinkes. Pemotongan anggaran tetap tidak diperbolehkan,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, audit tersebut dilakukan juga untuk menentukan adanya kerugian negara dalam kasus tersebut. “Intinya, penghitungan anggaran atas pemotongan dana itu berapa, lalu kemana dan berapa kerugiannya,” jelasnya.

Selama ini, pihak kepolisian sudah memeriksa beberapa saksi, mulai dari bidan, pegawai, hingga Kepala Puskesmas Peragaan. “Sejumlah saksi yang diduga mengetahui sudah kami periksa intens,” tukasnya.

Sebelumnya, dikabarkan tiga Pegawai Puskesmas Pragaan terjaring “OTT”, Selasa (05/08) lalu. Dia adalah M, K, dan P. Hanya saja, mereka dilepas dengan status sebagai saksi. Ini berkaitan dengan dugaan pemotongan dana Kapitasi yang dilaporkan LSM beberapa waktu lalu.

Sementara itu, dalam keterangan beberapa waktu lalu, Kepala Puskesmas Pragaan Yatimul Kusdiyanto membantah jika ada pemotongan dalam dana Kapitasi itu.

Senada dengan Kapus Peragaan, Kepala Dinkes Agus Mulyono juga membantah jika ada pemotongan dana Kapitasi itu. “Saya yakin gak ada pemotongan. Kami ke depan akan melakukan pembinaan untuk pelayanan lebih baik,” katanya beberapa waktu lalu. (Lam/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here