Dikunjungi Anggota DPRD Jatim, Petani Basoka Keluhkan Irigasi

SUMENEP, Lingkarjatim.com –– Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur, Mathur Husyairi mendapat banyak saluran aspirasi dari masyarakat, khususnya dari masyarakat Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, Sumenep. Mathur sendiri merupakan legislator dari Dapil XIV Jawa Timur yang meliputi 4 kabupaten di Madura.

Sejumlah aspirasi itu, disampaikan masyarakat Desa Basoka saat politisi Partai Bulan Bintang (PBB) itu menggelar serap aspirasi atau Reses ke 1 (satu) tahun 2020 di desa tersebut, Senin (30/03). Aspirasi itu, mulai dari infrastruktur hingga ketersediaan saluran pengairan untuk pertanian.

Dari sekian aspirasi, yang paling menjadi perhatian dan dibutuhkan masyarakat adalah ketersediaan saluran air. Mengingat, Desa Basoka merupakan salah satu desa yang ditetapkan sebagai desa holtikultura dengan ribuan hektare pertanian bawang merah.

“Tentu kami butuh sangat membutuhkan saluran air disini. Terutama untuk disalurkan sebagai pengairan lahan pertanian masyarakat, karena mayoritas masyarakat disini adalah petani,” kata Tokoh Masyarakat Desa Basoka, Ach. Dhafir.

Selain bawang merah yang khas, pertanian warga Desa Basoka juga bermacam, mulai dari padi, cabai merah, hingga mereka yang bercocok tanam jagung. Namun untuk pertanian bawang merah yang bisa dilakukan hingga 3 kali dalam setahun, membutuhkan saluran air khusus, utamanya saat memasuki kemarau.

“Masyarakat disini kan rata-rata bertani bawang merah. Hal ini bisa dilakukan hingga tiga kali dalam setahun. Jadi ketika musim kemarau masyarakat sangat membutuhkan saluran air untuk mengairi pertaniannya,” tambahnya.

Sementara itu, Mathur mengatakan, sebagai legislator, pihaknya akan memperjuangkan apa yang menjadi aspirasi masyarakat tersebut. Ia meminta masyarakat untuk menyiapkan segala persyaratan pengajuan bantuan saluran pengairan. Termasuk melakukan survei potensi sumber air yang bisa dilakukan instansi terkait.

“Jadi kami minta agar segera dilakukan survei sumber airnya itu melalui kerjasama dengan instansi terkait, seperti Dinas Pengairan. Jadi nanti agar diketahui debit airnya per-detik itu seberapa besar, dan lain semacamnya,” ungkap Mathur.

Sikap respect Anggota Komisi V DPRD Jawa Timur itu semakin terlihat, kala ia menerima aspirasi dari seseorang yang memiliki usaha ternak ayam. Orang menceritakan, ketika ayamnya bertelur, belum sempat dierami oleh induknya, telur itu dimakan monyet yang berkeliaran disekitar kandang ayamnya.

Orang itu mengatakan, ia pun membutuhkan alat penetas telur kapasitas 100 telur sekali netas. Dengan respect, Mathur mengatakan akan memberikan bantuan pada orang itu menggunakam uang pribadi. (Abdus Salam).

Leave a Comment