Dijadwalkan Hadiri FKMA, Mahasurya Sebut Jokowi Gagal Pimpin Negara dan Pemkab Sumenep Buang-Buang Anggaran

Hasil tangkap layar status Bisrie Gie di FB

SUMENEP, Lingkarjatim.com – Dilansir dari akun Facebook Bisrie Gie, Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Mahasiswa Sumekar Raya (Mahasurya) menyatakan sikap terhadap pelaksanaan Festival Keraton dan Masyarakat Adat Asean (FKMA) yang direncanakan terlaksana mulai tanggal 27-28 Oktober 2018 mendatang.

Tak hanya itu, Mahasurya juga menyatakan sikap dan sambutan hangat kepada Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo yang dijadwalkan akan menghadiri acara tersebut.

Dihubungi Via Theleponnya, Bisrie Gie selaku ketua Mahasurya membenarkan atas adanya pernyataan sikap yang tersebar di Media Facebook tersebut. Bisrie sapaan akrabnya mengatakan, bahwa selama ini Jokowi sebagai presiden telah gagal dalam menjalankan roda pemerintahannya.

“Kita lihat saja bagaimana kurs rupiah terhadap dollar Amerika hari ini, anjlok,” Katanya, Kamis (25/10).

Sementara catatan untuk Pemkab Sumenep atas dilaksanakannya acara FKMA di Sumenep, Bisrie mengatakan Pemkab hanya buang-buang anggaran tanpa ada target yang jelas.

“Anggaran 7 M itu kalau untuk menuntaskan kemiskinan di Sumenep ini sungguh luar biasa besarnya,” Tambahnya.

Disinggung apakah dirinya akan menyambut kedatangan Joko Widodo dengan Aksi Demonstrasi, dirinya tidak menjawab dengan pasti.

“Yang pasti kita (Mahasurya) sedang konsolidasi dengan berbagai OKP, urusan demo atau turun jalan, kita lihat saja nanti,” Tukasnya.

Berikut isi dari pernyataan sikap dari akun Facebook Bisrie Gie :

Sambutan hangat untuk bapak presiden ke sumenep,
Kami mahasurya (mahasiswa sumekar raya) menggugat :
1. Jokowi Gagal menciptakan kemandirian ekonomi Indonesia… saat perang ekonomi dunia (Amerika -China) terus berlanjut, Rupiah Amblas dengan nilai tukar paling rendah;
2. Kebijakan pemerintah mengurangi Subsidi BBM merupakan kebijakan yg tidak pro rakyat… atas kebijakan itu semua bahan baku, kebutuhan dasar masyarakat naik drastis dan pemerintahan jokowi gagal melakukan normalisasi harga bahan baku di pasar. Hal ini menjadi dosa besar bapak presiden jokowi.
3. Madura sebagai penghasil garam terbaik menuntut jokowi untuk segera melakukan normalisasi harga garam untuk kesejahteraan petani garam… kebutuhan garam nasional yang tidak terpenuhi merupakan dampak dari tidak menentunya standart harga garam.. sehingga petani garam mulai malas memproduksi garam… sementara pemerintah malah impor garam untuk mencukupi kebutuhan garam nasional…
Jokowi tidak komitmen menyelesaikan masalah garam dari akar masalahnya.
4. Mempertanyakan komitmen pemerintah daerah dalam mengelola anggaran untuk pengentasan kemiskinan.. malah mengeluarkan biaya besar (7 m) untuk Festival Keraton. Sumbangsih apa sebenarnya yg di harap dari adanya event tersebut bagi sumenep?.
Banyaknya wisatawan asing ke sumenep itu omong kosong kalau infrastruktur dan fasilitas penunjang lainnya masih belum ada di sumenep,
Pemkab kurang Ngopi (ngobrol pintar) dg masyarakat dan mahasiswa di sumenep
5. IPM kabupaten umenep sangat rendah dan berjalan beriringan dengan tingginya angka kemiskinan di sumenep. Ini merupakan bukti nyata dari gagalnya pemerintah dalmm mengelola anggaran sumenep…. lalu untuk siapa sebenarnya anggaran sumenep.??
(Lam/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here