Didesak Pendemo, Akhirnya Oknum Dosen UNIJA yang Melecehkan PMII Minta Maaf

Oknum dosen Unija yang melecehakan PMII meminta maaf kepada pendemo

SUMENEP, Lingkarjatim.com- Meskipun ratusan kader PMII melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Rektorat Unija Sumenep, dan meminta oknum dosen Unijia inisial S yang diduga melecehkan PMII minta maaf secara terbuka, namun S tetap berdalih dan tidak mengakui telah melontarkan kata-kata yang diduga melecehkan PMII.

“Saya tanya ke Aisyah, karena dia pernah minta do’a restu dan dukungan kepada saya untuk mencalonkan BEM Fakultas (Hukum), saya tetap mendukung dan mendoakan, tampillah wanita jangan cuma lelaki,” Dalih S yang diduga melecehkan PMII didepan para pendemo, Senin (08/10/2018).

“Setelah itu tanya, kamu PMII?, dia (Aisyah) menganggukkan kepala, karena saya tau anak PMII itu kompak pasti sukses Aisyah jadi BEM, itu yang saya sampaikan, setelah itu Aisyah dengan Eca (temannya) pergi,” Tambahnya.

Namun, apa yang dikatakan oknum dosen S dibantah oleh Aisyah selaku saksi didepan ratusan mahasiswa Unija yang menyaksikan demo itu.

“Cuma Fakultas Hukum yang dosennya tidak dikasih nasi, fakultas yang lain dosennya dikasih nasi, saya tau ketua (panitianya) anak PMII, PMIi itu doyan uang, saya di Unija sudah 32 tahun, jadi tahu PMII itu seperti apa, kalau tidak terima, silahkan laporkan pada senironya, saya tidak takut,” Ungkap Aisyah menyampaikan dalam bahasa Madura sembari menirukan apa yang dikatakan oknum dosen S menurut versinya.

Kesaksian yang sama disampaikan Eca yang saat itu bersama Aisyah, Sembari bersumpah menyebut nama Allah, Eca bersumpah dan mengatakan bahwa ada empat poin yang dia dengarkan dari perkataan oknum dosen S saat itu, salah satu poinnya membenarkan adanya dugaan pelecehan terhadap PMII.

“PMII itu doyan uang,” Ungkap Eca sembari menyebutkan poin-poin yang lainnya yang dia dengar.

Seperti tak menduga bahwa kedua saksi yang dihadirkan para pendemo akan berbicara lantang dihadapan pegawai dan ratusan mahasiswa Unija yang menyaksikan aksi itu, Oknum dosen S, yang sebelumnya berdalih, malah seakan mengakui kesalahannya dan meninta maaf kepada para demonstran.

“Saya selaku manusia biasa yang tak lepas dari dosa, saya secara pribadi mohon maaf jika saya dianggap salah,” Tukasnya. (Lam/Atep/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here