Daerah Selatan Jatim Dipasang Alat Ekstensometer untuk Deteksi Gempa

Gambar ilustrasi

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat delapan daerah di sepanjang pesisir selatan Jawa Timur merupakan daerah rawan gempa bumi. Delapan daerah itu adalah Kabupaten Trenggalek, Pacitan, Tulungagung, Lumajang, Jember, Banyuwangi, Blitar, dan Kabupaten Malang.

“Jadi di daerah rawan gempa di Jatim sudah dipasang alat semacam sensor gempa atau seismograf, untuk mendeteksi dini terjadinya gempa,” kata Kepala Plaksana BPBD Jatim, Suban Wahyudiono, dikonfirmasi, Selasa (9/10).

Alat deteksi gempa tersebut bernama ekstensometer yang menggunakan potensiometer multiturn sebagai komponen utama, disertai dengan rangkaian penguat dan pengkondisi sinyal. Alat tersebut merupakan perangkat elektronika yang berfungsi mengukur parameter pergeseran tanah, curah hujan, dan sudut kemiringan permukaan tanah.

Kata Suban, alat tersebut merupakan milik Badan Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). Selain mendeteksi gempa, alat itu juga berfungsi mendeteksi tsunami.

“Jadi ketika ada gempa, BMKG langsung mendapat sinyal atau informasi dari alat tersebut, yang kemudian BMKG langsung menginformasikan ke BPBD. Jadi kewenangan alat itu ada di BMKG,” kata Suban.

Berdasarkan catatan BPBD Jatim, lanjut Suban, sebanyak 90 kali gempa telah terjadi di berbagai daerah di Jatim sejak Januari hingga Juli 2018. Gempa tersebut berkekuatan antara 2,7 hingga 5,8 Skala Richter (SR).

“Meski pernah gempa, tapi gempanya masih berskala kecil sekitar 3 SR. Hanya getaran-getaran tidak sampai merusak pemukiman warga,” katanya. (Mal/Lim)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here