Bupati Ancam Usir Dua Perusahaan Tak Berkontribusi Membangun Sampang

Foto: Bupati Sampang pimpin langsung rapat tertutup dengan perusahaan besar di aula Pemkab Sampang.

SAMPANG, Lingkarjatim.com– Menjamurnya bisnis usaha besar di Kabupaten Sampang, masih belum diimbangi kontribusi perusahaan untuk ikut andil membangun Sampang melalui dana Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) atau Corporate Social Responsibility (CSR) mereka. Bahkan dari rapat koordinasi yang dipimpin Bupati Sampang ada dua perusahaan besar yakni bank BCA dan Pertamina yang tidak berkontribusi pada Kabupaten Sampang.

Bupati Sampang Slamet Junaidi mengelar gathering bersama 11 perusahaan BUMD, Provinsi dan BUMN di aula pemkab Sampang secara tertutup, Senin (11/3/2019).

Dalam rapat itu Ji Idi sapaan akrab Bupati Sampang meminta urun rembuk mengatasi semua problem pembangunan di Kabupaten Sampang, sehingga perusahaan besar yang berada di Sampang wajib ikut andil membangun Sampang diluar anggaran APBD.

Sebab BUMN mempunyai dana PKBL dan non BUMN ada dana CSR. Pihaknya ingin perusahaan kooperatif dan bekerjasama untuk memajukan Sampang yang tidak membebani APBD Kabupaten.

“Dari dana CSR dan PKBL bisa digunakan untuk pembangunan Sampang. Saya meminta kepada teman-teman ayolah turut serta membangun karena teman-teman (BUMN dan non BUMN, red) sendiri usaha di Sampang,” terangnya.

Sayangnya, dalam pertemuan itu ada dua perusahaan yang dimaksud dana CSR-nya sejak 2018-2019 tidak bisa dicairkan, yaitu Bank BCA dan Pertamina. Jika memang tetap tidak ada iktikad baik, pihaknya akan melakukan langkah tegas.

“Saya usir dari Sampang. Jika tetap ngotot, kami akan beri intruksi kepada ASN untuk tidak menyimpan uangnya di BCA,” kata Bupati.

Ditanya alasan dua perusahaan tidak membayar CSR, Ji Idi mengatakan bahwa alasanya kerena kebijakan dari pusat. Jika memang seperti itu alasannya, pihaknya akan menggunakan peraturan daerah.

“Jika memang itu kebijakan pusat. Nanti saya akan membuat kebijakan daerah. Supaya BCA tidak laku,” imbuhnya.

Dana itu bukan untuk pribadi, tapi untuk Sampang. Semata-mata niat ibadah bagaimana caranya supaya pembangunan lebih maju.

“Saya  ingin program kita itu program nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” harapnya.(Hol/Atep/Lim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here