Menu

Mode Gelap

LINGKAR UTAMA · 31 Oct 2017 12:22 WIB ·

Anisullah Dapat Bantuan Kaki Palsu Dari Dirjen Kementrian Sosial


Anisullah Dapat Bantuan Kaki Palsu Dari Dirjen Kementrian Sosial Perbesar

Dirjen Kementrian Sosial saat memberikan bantuan

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – Salah satu penyandang disabilitas asal desa Banyuajuh, Kecamatan Kamal, Bangkalan Anisullah, mendapat bantuan kaki palsu dari Kementrian Sosial. Bocah berusia 6 tahun tersebut terlihat kegirangan mendapat hadiah itu. Putri ke enam dari ibu Imah tersebut memang dilahirkan dengan kaki yang kurang sempurna.

Anisullah hanyalah salah satu penerima bantuan bakti sosial yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial yang di dampingi oleh para Santri dan Pelajar, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Karang Taruna, dan TKSK (Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan) di Pendopo Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan, Selasa (31/10/2017).

Direktur Jenderal Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial Hartono Laras mengatakan, Bakti sosial ini adalah upaya untuk mengajak anak-anak muda dalam mengasah kepekaan mereka terhadap lingkungan sekitar. Artinya anak-anak muda harus peduli terhadap sosial.

“Kami ajari mereka bahwa tidak ada seorang pun yang ingin menjadi pahlawan, tapi inilah bentuk pahlawan di era sekarang,” ujarnya.

Adapun bantuan tersebut berupa 20 kursi roda, sembilan kaki palsu, satu tangan palsu, 200 Kacamata Baca, 1.000 Sandang dan Biskuit, 500 Paket Sembako, dan 200 Perlengkapan Sekolah.

Menurut dia, hal tersebut adalah upaya Mengajak generasi milenial untuk tetap tersambung dengan para pahlawan bangsa. Maka lanjut dia, harus diberikan wawasan kebangsaan dan penanaman nilai-nilai kepahlawanan dan kejuangan.

“Mengajarkan itu tidak cukup melalui seminar atau dialog. Berikan mereka pengalaman baru dan berbeda. Biarkan mereka meresapi makna mendalam Hari Pahlawan dengan cara kekinian,” ucapnya.

Kegiatan Jelajah Kapal Kepahlawanan yang baru tahun ini diselenggarakan lanjut dia, adalah bentuk dari upaya-upaya tersebut. Surabaya dipilih menjadi lokasi penyelenggaraan karena Surabaya merupakan Kota Pahlawan tempat di mana pertempuran 10 November terjadi, dan kegiatan ini bekerja sama dengan TNI AL.

“Penting bagi generasi milenial di ‘zaman now’ memiliki kecintaan tanah air, memiliki etos bekerja sungguh-sungguh dan kerelaan untuk berkorban. Seperti yang telah dilakukan para pahlawan,” pungkasnya. (Dul/Lim)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Kronologi Penemuan Mayat dengan Kondisi Terbakar, Dokter Forensik: Feeling Saya ke Arah Pembunuhan

21 June 2024 - 20:19 WIB

MDW Tuding Dinsos PPPA Monopoli Data SIKS-NG

21 June 2024 - 18:52 WIB

Desk Pilkada PKB Bangkalan Ditutup, Berikut Nama-nama yang Berhasil Terjaring

21 June 2024 - 15:46 WIB

Tersandung Kasus Pelecehan, Oknum Kepala Sekolah di Sampang Diberhentikan

21 June 2024 - 10:55 WIB

Warga Temukan Mayat dengan Kondisi Terbakar

20 June 2024 - 20:40 WIB

Bangkalan Belum Aman, Seorang Perempuan Menjadi Korban Jambret di Jalan Suramadu

19 June 2024 - 21:33 WIB

Trending di HUKUM & KRIMINAL