16 Daerah di Jatim Masuk Zona Merah Kasus Stunting

   
DATA UPDATE CORONA JAWATIMUR
TOTAL KASUS POSITIF 51
SEMBUH 5 PDP 142
MENINGGAL 2 ODP2.542

SURABAYA, Lingkarjatim.com – Sebanyak 16 dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur masuk zona merah stunting. Wilayah itu menjadi lokasi fokus (lokus) stunting pemerintah pusat.

Belasan daerah itu adalah Kabupaten Lamongan, Nganjuk, Trenggalek, Kabupaten dan Kota Kediri, Kota Batu, Kabupaten dan Kota Malang, Kabupaten dan Kota Probolinggo, Kabupaten Jember, Bondowoso, dan empat kabupaten di Madura yaitu Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

“Zona merah itu menjadi lokus stunting pemerintah pusat tahun 2020 di Jatim,” kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Jatim, Vitria Dewi, dikonfirmasi, Senin (17/2/2020).

Vitria menjelaskan, bahwa status zona merah stunting itu dikeluarkan oleh Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Indikatornya, beberapa wilayah masuk dalam kategori miskin. “Kami target lima tahun ke depan pada tahun 2023, angka stunting di Jatim turun 14 persen seperti harapan dari pemerintah pusat,” katanya.

Baca Juga :  Cara Pemprov Jatim Tekan Angka Pengangguran, Lewat SMA/MA Double Track

Selain zona merah, kata Vitria, juga ada zona biru stunting di empat daerah di Jatim, yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Pasuruan, Sidoarjo, dan Nganjuk. Status zona biru itu berarti ada penurunan kasus stunting di daerah tersebut.

Stunting merupakan kasus gagal tumbuh pada anak usia 0-2 tahun, disebabkan oleh kurangnya konsumsi makanan bergizi saat usia hamil. Ada tiga faktor utama yang menyebabkan stunting, yakni sanitasi, pola makan, dan pola asuh.

“Penyebab utama stunting adalah kurangnya pemenuhan gizi. Hal ini diperparah dengan ibu hamil yang tidak memiliki pengetahuan memadai, soal asupan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan anak sejak di dalam kandungan hingga setelah melahirkan,” ujarnya.

Pemkot Jatim mengklaim telah melakukan berbagai strategi guna menekan angka stunting. Antara lain sinergitas terpadu antarlembaga, terutama dari unsur pemerintah, masyarakat atau komunitas, akademisi, pengusaha.

Baca Juga :  Seribu Lebih Peserta CPNS Jatim Gugur

“Kami juga menggandeng ormas untuk mengedukasi masyarakat hingga tataran bawah. Kami juga minta bantu media untuk menyampaikan ke masyarakat, pentingnya mencegah stunting,” pungkas Vitria. (Amal Insani)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here