Pentingnya Pengawasan Keuangan Negara

*Oleh Anggun Ainun Jariyah

KELAKAR, lingkarjatim.com – Seperti yang telah kita ketahui tujuan dari Negara Indonesia adalah untuk memajukan kesejahteraan warga negara Indonesia dan membentuk negara kesejahteraan, sebagaimana yang sudah disebutkan di dalam pembukaan ke IV yang bunyinya: Alinea ke keempat “…membentuk suatu Pemerintah Negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia… untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial…”. Maka sudah dapat di artikan bawasanannya negara memiliki peranan paling penting dalam pengelolaan keuanganya. Pengelolaan keuangan sendiri bertujuan untuk memakmurkan seluruh warga negara Indonesia. Namun dalam pengelolaannya terdapat banyak masalah menyelewangan dana ataupun korupsi keuangan negara dengan berbagai modus.
Dari permasalah yang terjadi tersebut maka perlunya di lakukan pengawasan dalam pemakaian keuangan negara maka dibutuhkan yang namanya pengawasan keuangan negara. Pengawasan keuangan negara adalah serangkaian kegiatan untuk menjamin penerimaan-penerimaan negara, dan penggunaan (pengeluaran dan penyaluran) keuangan negara tidak menyimpang dari rencana anggaran yang telah di susun. Tujuan dari pengawasan keuangan negara diantaranya adalah;

  • Menjaga agar anggaran yang telah di sepakati dan di susun dapat di penuhi atau dijalankan dengan sabaik mungkin.
  • Menjaga agar pengumpulan dan pembelanjaan anggaran negara sesuai dengan anggaran yang telah di susun.
  • Agar pelaksanaan APBN benar-benar dapat dipertanggung jawabkan.
    Kondisi Indonesia sendiri pada tahun 2020 sempat heboh tentang virus Covid-19 yang membuat pengawasan keuangan negara harus bekerja dengan pola work from home. Sehingga dalam pengawasan yang di lakukan juga mengalami Kendal, namun hal tersebut masih dapat di atas dengan memanfaatkan kecanggiha. Namun dalam pengawasan keuangan negara sendiri perlu di sesuaikan jenis-jenis pengawasannya agar tepat dan dapat meminimalisir kemungkinan-kemungkinan yang akan tibul. Jenis-jenis peangawasan sendiri diantaranya sebagai berikut;
  1. Pengawasan Berdasarkan Objek
  • Pengawasan terhadap penerimaan negara
  • Pengawsan terhadap pengeluaran negara
  1. Pengawasan Menurut Sifatnya
  • Pengawasan preventif
  • Pengawasan detektif
  1. Pengawasan Menurut Ruang Lingkup
  • Pengawasan internal
  • Pengawasan eksterna
  1. Pengawsan Menurut Metode Pengawasan
  • Pengawasan melekat
  • Pengawasan fungsional
    Setalah melakukan pengawasan maka tindakan selanjutnya yang dilakukan adalah pemeriksaan. Pemeriksaan sendiri dilakukan sebagai penilaian yang independen, selektif, dan analistis terhadap program atau kegiatan yang telah dilaksanakan. Dari penilai tersebut agak didapatkan; nilai efesiensi, efektifitas, dan ekonomisan dalam penggunaan (pemanfaatan) seuber daya dan dana yang tersedia, selain itu juga didapatkan aspek-aspek yang perlu di perbaiki. Setelah di dapatakan hasil pemeriksaan tersebut maka pihak pengawasan keuangan negara dapat mengevaluasi hal-hal yang perlu di berbaiki dalam penggunaanya di tahun mendatang, dan agar dana negara dapat tersalurkan dan digunakan sesuai dengan tujuan negara dalam memakmurkan rakyatnya.

*Mahasiswa FEB Universitas Muhammadiyah Malang

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here