Qurban Tahun ini Momen Istimewa

*Oleh : Fayakun, SH., M,Hum.M.M

KELAKAR, Lingkarjatim.com – Saya melihat moment Idul qurban tahun ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, pemerintah sudah mengumumkan hari Raya Idul Adha 10 dzulhijah 1441 Hijriah jatuh diakhir bulan yaitu lebih lengkapnya pada Jumat tanggal 31 Juli 2020 yaitu hari raya Idul Adha dirayakan di tengah pandemi virus korona Covid-19 kondisi ini sebagai moment istimewa dari Allah SWT.

Keistimewaan dzulhijah yang selalu identik dengan ibadah haji, namun tahun ini dengan hadirnya pendemik maka haji ditiadakan. Maka InsyaAllah ibadah terbaik yang dapat kita laksanakan adalah dengan berpuasa arafah dan tarwiyah, sholat Id dan berqurban.

Ketua harian tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Robikin Emhas menghimbau umat Islam, khususnya nahdliyin yang tinggal di zona merah Covid-19, untuk menjalankan ibadah shalat Idul Adha 1441 Hijriah di kediaman masing-masing (kompas.com edisi 29 Juli 2020). Majelis Ulama Indonesia menyampaikan warga yang punya penyakit bawaan, lebih baik shalat Idul Adha di rumah (Kompas.com edsi 28 Juli 2020).

Pimpinan pusat Muhammadiyah menegaskan shalat Idul Adha di lapangan sebaiknya ditiadakan atau tidak dilaksanakan bagi yang menghendaki dapat dilakukan di rumah masing-masing bersama anggota keluarga dengan cara yang sama seperti shalat Id di lapangan. Bagi yang berada di daerah aman/tidak terdampak (zona hijau), shalat Idul Adha dapat dilakukan di lapangan kecil atau tempat/ruang terbuka di sekitar tempat tinggal dengan beberapa protokol yang harus diperhatikan (Edaran PP Muhammadiyah N0. 06/EDR/I.0/E/2020).

Faktanya ditengah jelang perayaan Idul Adha penyebaran covid -19 di daerah-daerah tiap harinya masih bertambah misalnya DKI Jakarta menjadi penyumbang kasus baru terbanyak, jumlahnya 409 kasus dengan total 19.995 kasus, diikuti Jawa Timur dengan 313 kasus dengan total 21.125 kasus. Dan Jawa Tengah ketiga terbanyak sebesar 185 kasus dengan total 8.807 kasus (covid19.go.id tanggal 29 Juli 2020).

Dalam situasi pendemik saat ini, Allah SWT di 1441 hijriyah menghadiahkan umat Islam dua momentum bersejarah di tengah corona untuk meraih ikhlas, yaitu Ramadhan dan Idul Fitri yang telah diisi dengan perayaan spesial, dan Dzulhijah dengan ibadah haji, qurban dan Idul Adha yang juga akan jadi momentum sangat istimewa karena ditengah cobaan wabah.

Baca Juga :  Kegigihan Adalah Karakter Sang Juara

Bagi saya ihtiar untuk membangun amalan terbaik kita diantaranya dengan cara memahami kehidupan, salah satunya melalui adanya wabah Covid-19 yang sampai detik kini belum aman, namun banyak hikmah jika benar-benar kita renungi di mana Allah Swt. secara tidak langsung menyuruh kita memetik hikmah di balik musibah pandemik covid 19 ini.

Jika sebelumnya bulan yang mulia dzulhijah selalu identik dengan ibadah haji, tapi tahun ini, bersamaan dengan hadirnya pendemik, haji ditiadakan. Maka, insya Allah ibadah terbaik yang dapat kita laksanakan adalah dengan berqurban atau melakukan amalan-amalan dibulan dzulkijah lainnya. Maka insya Allah tahun ini akan menjadi momentum ibadah terbaik sepanjang masa. Terkait qurban pun karena penerima manfaat daging qurban merupakan warga masyarakat yang membutuhkan ditengah situasi pandemik, sehingga benar-benar terasa istimewa.

Qurban dan protokol penyembelihan.
Qurban selain mangandung makna taqarub dengan melaksanakan ketaatan kepada Allah Swt. qurban juga mengajarkan kepada kita tentang prinsip keikhlasan dan solidaritas sesama manusia. Qurban juga memberikan pesan kepada kita untuk tidak memberhalakan kesenangan dunia semata. Ikhlas merupakan jiwa tunduk secara total kepada Allah SWT sehingga melahirkan pribadi yang tidak pamrih dalam berbuat kebaikan.

Itulah pelajaran dari pelaksaan Idul Qurban yakni berqurban mengajarkan jiwa ikhlas untuk menyebarkan nilai kebajikan. Ikhlas merupakan jiwa tunduk secara total kepada Allah SWT sehingga melahirkan pribadi yang tidak pamrih dalam berbuat kebaikan

Idul qurban selalu mengingatkan kisah pengorbanan dan keteladanan nabi Ibrahim AS. Kisah yang mahahebat, akan ketaatan pada perintah Tuhan, mengajarkan kepada kita untuk selalu meneladani kisah dari nabi Ibrahim AS. Bahkan rangkaian manasik haji adalah sebuah napak tilas atas jejak-jejak perjuangan Nabi Ibrahim AS dalam menjalankan ajaran Tuhan dan membangun peradaban di kota Mekkah.

Mengenai penyembelian hewan qurban saat ini bagi umat muslim sudah seharusnya melakukan tata cara penyembelihan dan pembagian daging qurban yang aman, hal ini bertujuan ibadah qurban juga agar umat muslim terhindar dari penyakit virus covid 19 dan menjadikan semua berkah. Karena itu perlunya menerapkan protokol penyembelihan hewan qurban. Ingatlah saat ini belum aman dari corona karena itu kita tetap waspada dan antisipasi.

Baca Juga :  Covid Mewabah, Ekonomi Indonesia Melemah

Membaca surat edaran (SE) direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian tanggal 8 Juni 2020 terkait panduan pelaksanaan qurban No. : 0008/SE/PK.320/F/06/2020 tentang Pelaksanaan Kegiatan Kurban dalam Situasi Wabah Bencana Nonalam Corona Virus Disease (Covid-19). Edaran menyebutkan pemotongan qewan kurban 1441 H sebaiknya dilaksanakan di rumah potong hewan Ruminansia (RPH-R).

Edaran tersebut ditujukan kepada seluruh kepala daerah (Gubernur, bupati, walikota) seluruh Indonesia. Sejumlah protokol pemotongan hewan qurban, Pertama, masyarakat dihimbau untuk melakukan jaga jarak fisik yang meliputi Pemotongan hewan kurban dilakukan di fasilitas pemotongan hewan qurban yang sudah mendapat izin dari pemerintah daerah kabupaten atau kota setempat melalui dinas yang membidangi fungsi kesehatan masyarakat veteriner.

Kedua, mengatur kepadatan dengan membatasi jumlah panitia dalam pelaksanaan pemotongan hewan qurban. Ketiga, melakukan pembatasan di fasilitas pemotongan hewan qurban yang hanya dihadiri panitia. Keempat, mengaturan jarak minimal 1 meter dan tidak saling berhadapan antar petugas saat melakukan aktifitas pengulitan, pencacahan, penanganan dan pengemasan daging. Kelima, Pendistribusian daging kurban dilakukan oleh panitia ke rumah mustahik atau penerima daging qurban.

Masyarakat juga dihimbau untuk memperhatikan beberapa hal terkait kebersihan yang meliputi : Pertama, petugas yang berada di area penyembelihan dan penanganan daging dan jeroan harus dibedakan. Kedua, setiap orang harus menggunakan alat pelindung diri paling kurang masker sejak perjalanan dari atau ke rumah dan selama di fasilitas pemotongan, ini yang seharusnya diperhatikan.

Ketiga, petugas yang melakukan pengulitan, penanganan dan pencacahan karkas atau daging dan jeroan harus memakai alat pelindung diri seperti masker, faceshield, sarung tangan sekali pakai, apron dan penutup alas kaki atau sepatu. Keempat, Penanggung jawab kegiatan kurban mengedukasi setiap orang untuk menghindari menyentuh muka termasuk mata, hidung, telinga dan mulut Penanggung jawab kegiatan qurban menyediakan fasilitas cuci tangan pakai sabun atau handsanitizer.

Baca Juga :  Potret Rencana Anggaran Jawa Timur Yang Tak Efisien

Kelima, setiap orang menghindari berjabat tangan atau kontak langsung serta memperhatikan etika batuk, bersin atau meludah. Keenam, setiap orang juga harus melakukan pembersihan tempat pemotongan dan peralatan yang akan maupun telah digunakan serta membuang kotoran dan atau limbah pada fasilitas penanganan kotoran atau limbah.

Ketujuh, setiap orang di tempat pemotongan nantinya juga harus membersihkan diri sebelum melakukan kontak dengan keluarga di rumah. Selain itu, sebelum pemotongan berlangsung, juga dihimbau untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal yang meliputi :

Melakukan pengukuran suhu tubuh di tiap pintu masuk tempat pemotongan Tiap orang yang memiliki gejala demam atau nyeri tenggorokan atau batuk, pilek atau sesak napas dilarang masuk ke tempat pemotongan Panitia juga sebaiknya berasal dari lingkungan tempat tinggal yang sama dan tidak dalam masa karantina mandiri.

Sekali lagi kita belum aman dari virus corona, kita tetap waspada dan melaksanakan protokol kesehatan, rajin cuci tangan, menjaga jarak aman, memakai masker. Kebijakan pemerintah tersebut dalam upaya melindungi kesehatan warganya, untuk itu mari kita dukung protokol kesehatan. Jangan sampai kebijakan dituduh publik upaya mempersulit orang yang akan beribadah qurban, namun tujuan untuk kebaikan kita semua. Insya Allah ibadah terbaik yang dapat kita laksanakan adalah keikhlasan berqurban.

Pengorbanan daging hewan qurban merupakan simbol dari makna korban yang sejatinya sangat luas, meliputi pengorbanan dalam wujud harta benda, tenaga, pikiran, waktu, dan lain sebagainya. Qurban tahun ini dilakukan dengan new normal berbeda dengan kondisi normal seperti qurban sebelumnya. Dan akhirnya penulis mengucapkan selamat merayakan Idul Adha 1441 H dengan protokol kesehatan, dan protokol penyembelihan hewan qurban, mari berbuat dan berdoa untuk hari dan kehidupan yang lebih baik, semoga dengan pandemik corona segera lenyap dan kita bisa hidup kembali nyaman. (*)

*Penulis adalah Ketua Bawaslu Tulungagung Jatim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here