Memaksimalkan Profit dengan Menjaga Lingkungan

Oleh : Muhammad Ferdian Furisanda, Eka Cahya Anggrelia dan Rizal Rizki*

KELAKAR, Lingkarjatim.com – Diera Saat ini,semua perusahaan dituntut untuk tidak hanya mencarai keuntungan untuk pemilik dan manajemen saja, tetapi juga seluruh faktor yang terkait mulai dari lingkungan internal seperti karyawan sampai kelingkungan eksternal yaitu konsumen, masyarakat, dan juga lingkungan. Hal ini karena keberadaan perusahaan tidak hanya untuk mencari keuntungan melainkan tetap memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya. Tidak dapat dipungkiri banyak perusahaan dalam upaya peningkatan produktivitas dan efisiensi mengakibatkan penurunan kualitas lingkungan, berupa pencemaran udara, air dan pengurangan fungsi tanah. Pentingnya perusahaan dalam menjaga kelstarian lingkungan dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam jangka Panjang.

Adapun langkah perusahaan untuk mencapai profit dengan tetap menjaga lingkungan yaitu menggunakan system Green Accounting dan Maerial Flow Cost Accounting (MFCA). Green Accounting merupakan konsep dimana perusahaan dalam proses produksinya mengutamakan efisiensi dan efektifitas penggunaan sumber daya secara berkelanjutan sehingga mampu menyelaraskan pembangunan perusahaan dengan fungsi lingkungan hidup serta dapat memberi manfaat bagi masyarakat. Dalam hal ini Implementasi Green Accounting memberi perhatian penuh pada konsep penghematan, yaitu penghematan lahan, penghematan bahan, dan penghematan energi (saving land, savingmaterial, and saving energy). Hal ini didasarkan pada konsep ekosistem. Implementasi Green Accounting tujuannya adalah meningkatkan efisiensi pengelolaan lingkungan dengan melakukan penilaian kegiatan lingkungan dari sudut pandang biaya (environmental costs) dan manfaat atau efek (economic benefit), serta menghasilkan efek perlindungan lingkungan (environmental protection).

Material Flow Cost Accounting (MFCA) adalah salah satu alat yang digunakan untuk mengukur arus dan stok material dalam proses jalur produksi di unit fisik dan moneter. Konsep ini didasarkan pada input yang terdiri dari material cost (kuantitas fisik dari bahan yang terlibat dalam proses produksi berbagai seperti harga pembelian); system cost (semua biaya penanganan dalam organisasi seperti personel, depresiasi, transportasi, dan biaya pemeliharaan); dan waste cost (biaya yang dikeluarkan dalam memastikan bahwa barang-barang yang positif dan negatif dapat meninggalkan perusahaan dalam bentuk air limbah, energi, oleh-produk dan emisi). Keuntungan model MFCA adalah dapat meningkatkan laba dan produktivitas (internal) serta mengurangi dampak negatif ke lingkungan (eksternal) ditujukan untuk keberkelanjutan perusahaan.

Baca Juga :  Era Digital: Strategi Pemasaran Ruang Guru Sebagai Rule Model Pembelajaran Yang Transformatif dan Modern

Dengan menerapkan kedua sistem tersebut diharapkan kedapannya pandangan masyarakat bahwa perusahaan kerap mengabaikan lingkungan menjadi berkurang bahkan manjadi tidak lagi, serta dengan perusahaan menerapkan secara optimal kedua sistem tersebut dipastikan perusahaan sangat memperhatikan serta mengambil andil yang besar dalam menjaga dan melestarikan lingkungan dengan tetap memperoleh profit yang sesuai dengan target dari perusahaan.

*Penulis adalah Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang, Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here