Film Jejak Khilafah Di Nusantara Menguak Khasanah Islam Yang Hilang

Oleh: Siti Nurul Hidayah, S.Si*

KELAKAR, Lingkarjatim.com – Dunia jagat maya ramai diberitakan tentang lunchingya film Jejak Khilafah di Nusantara (JKDN). Film yang dirilis tanggal 20 Agustus 2020  ini bertepatan dengan momentum tanggal 1 Muharrom 1442 Hijriyah. Yang mana kita tahu tangal 1 hijriyah adalah peristiwa hijrahnya Rasulullah saw bersama kaum muhajirin dari kota mekkah ke kota madinah yang menjadi titik tolak kebangkitan Islam pada saat itu dengan tegaknya masyarakat Islam di bawah pimpinan Rasulullah Muhammad saw.

Maka bukan suatu yang mustahil jika Allah Sang Maha Berkehendak menaqdirkan melalui film ini akan menjadikan titik tolak kebangkitan Islam di nusantara ini.

JKDN Membuka Cakrawala Khasanah Islam yang Hilang
Selain itu dengan tayangnya film JKDN ini akan menambah wawasan masyarakat tentang sejarah keislaman di negeri ini. Termasuk tentang jejak kekhilafahan yang pernah ada di nusantara. Dengan film yang dikemas secara dokumenter ini diinisiasi oleh sejarawan Nico Pandawa yang menggambarkan garis besar hubungan Indonesia dengan kehilafahan Utsmaniyah di Turki.

Sebagaimana penjelasan yang digambarkan salah satu  tokoh di film tersebut bahwa kekhilafahan di Nusantara ini bukan hal yang baru, sudah ada hubungan relasi antara kesultanan-kesultanan kerajaan Islam di Nusantara dengan kekhilafahan Turki Usmani atau wilayah Arab secara keseluruhan bahkan sejak abad ke 7.

Dengan begitu akan terkuak khasanah Islam yang hilang, dan sempat menjadi asing di tengah-tengah umat Islam. Sehingga menjadi kewajiban bagi umat Islan untuk meyakini risalah yang menjadi bagian dari  syar’at Islam meskipun berbagai konspirasi dilakukan untuk menyembunyikan agar umat tidak mengetahuinya.

JKDN Wujud Nyata Dukungan Dakwah Islam
Dengan rilisnya film JKDN ini menunjukkan atas wujud dukungan terhadap dakwah Islam di nusantara ini. Karena para pendahulu di negeri ini dalam mendakwahkan Islam tentunya bertujuan agar umat bisa menerapkan syari’at Islam. Hal ini seharusnya bisa menjadi pendorong bagi umat untuk melanjutkan perjuangan para pendahulu kita karena masa depan Islam berada di tangan umatnya sendiri.

Maka dengan dakwah sebagai aktivitas mulia akan membawa masa depan Islam kembali gemilang, selain itu Allah menjanjikan pahala bagi para pengemban dakwah. Tentu kita semua pasti ingin mendapatkannya bukan?

JKDN Mengedukasi di Masa Pandemi
Di saat libur masa pandemi ini tentunya banyak keluarga yang menghabiskan waktunya hanya di dalam rumah. Sehingga film JKDN yang juga bertepatan dengan hari libur Tahun Baru Islam ini sangat cocok menjadi tontonan para keluarga muslim dalam mengedukasi segenap anggota keluarga dalam memahami sejarah keislaman sesungguhnya di nusantara. Sekaligus juga dapat memotivasi mereka dalam semangat keislamannya dengan perjuangan para pendakwah Islam di masa lalu.

Daripada menghabiskan liburan dengan tontonan yang tak bermakna apalagi film yang memberikan efek negatif pada moral generasi.

JKDN Tegaskan Sikap Umat Islam Di Nusantara
Setelah tayangnya film JKDN ini akan bisa dilihat tentang sikap masyarakat khususnya umat Islam terhadap Khilafah Islam yang sebenarnya telah ada jejak di nusantara ini. Akankah  umat mendukung perjuangan kembalinya kekhilafahan umat Islam ataukah sebaliknya? Karena sejatinya diperjuangkan atau tidak insyaAllah Khilafah adalah janji Allah yang pasti kembali tegak sesuai janjiNya.

Sebagaimana terdapat hadis yang menggambarkan bentuk dan tahapan kekuasaan yang akan terjadi sepeninggal Rasulullah sampai hari kiamat. Yang artinya

“Di tengah-tengah kalian terdapat zaman kenabian, atas izin Allah ia tetap ada. Lalu  Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian. Ia ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang zhalim; ia juga ada dan atas izin Allah ia akan tetap ada. Lalu Dia akan mengangkatnya jika Dia berkehendak mengangkatnya.  Kemudian akan ada kekuasaan diktator yang menyengsarakan; ia juga ada dan atas izin Alah akan tetap ada.  Selanjutnya  akan ada kembali Khilafah yang mengikuti manhaj kenabian.” (HR. Ahmad dalam Musnad-nya (no. 18430), Abu Dawud al-Thayalisi dalam Musnad-nya (no. 439); Al-Bazzar dalam Sunan-nya (no. 2796)). (*)

*Penulis adalah Pemerhati Masyarakat

Tulisan ini adalah kiriman dari pembaca, isi tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here