Kreasi Tumpeng Ala Santri Pondok Pesantren Al-Miftah

BANGKALAN, LingkarJatim.com– Dalam masih suasana lebaran idul adha, Pondok Pesantren Al-Miftah Modung menggelar Lomba  tumpeng bagi para santriwatinya.  Selain mengisi waktu libur lebaran Idul Adha, hal ini diharapkan mampu mengasah kreatifitas para santriwati, yang dalam suasana hari raya ini  mereka terpaksa bertahan di dalam kompleks Pondok Pesantren.

Tumpeng atau yang biasa di kenal dengan sebutan  ‘Lasor’ oleh warga setempat, dibuat se-unik dan dimasak se-lezat mungkin.

Achmad Dasuki, salah satu guru dan juga  alumni di  pondok pesantren tersebut, mengapresiasi kegiatan lomba tumpeng itu.  Menurutnya,  lomba tumpeng tersebut, tidak hanya sekedar lomba biasa,  melainkan juga untuk bagaimana kemudian santriwati Al-Miftah mampu berkreasi, sertamembuktikan bahwa seorang santri tidak hanya fokus untuk mengaji, melainkan juga  dapat berkreasi.

“Saya sangat bangga kepada para Santriwati Al-Miftah, kalau yang biasanya setiap lebaran itu pulangan pondok, dan untuk kebelakangnya ini pengasuh Pondok Al-Miftah mengeluarkan kebijakan baru, bahwa, tidak ada pulangan pondok untuk hari raya idul adha, tapi para santri dan santriwati justru mengadakan Lomba pembuatan tumpeng, yang mana tidak semuanya orang bisa membuat tumpeng ini, akan tetapi para santriwati bisa”, ucap Dasuki.

“Dan saya juga sangat bangga para santri dan santriwati selain di haruskan untuk tetap fokus mengaji, tapi juga bisa berkreasi”, lanjutnya.

Dasuki panggilan akrabnya  juga berharap bahwa selain mengaji, santri Al-Miftah mampu berkreasi, dan terus kreatif, serta Dasuki juga meyakini bahwa murid-murid dan Santri di Al-Miftah, serba bisa dalam bidang apapun, karena menurutnya juga, tidak ada sesuatu yang tidak mungkin di dunia ini yang tidak bisa di lakukan, selagi di usahakan dan terus di usahakan.

“Semoga para murid dan juga para santri Al-Miftah selain mengaji, semoga juga selalu berkreasi dan terus kreatif, karena saya meyakini, bahwa lulusan Al-Miftah ini mampu bertarung intelektual, bertarung gagasan di manapun, karena sesuatu tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini yang tidak bisa di lakukan, selagi di usahakan dan terus di usahakan”, imbuhnya. (Lut)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here