Wanita Asal Kokop Digilir Tujuh Orang, Begini Kronologinya

BANGKALAN, Lingkarjatim.com – S (20), wanita asal kecamatan Kokop, Bangkalan diperkosa secara bergilir (digilir) oleh tujuh orang tak dikenal pada Jumat malam, (26/06) kemarin.

Informasi yang dihimpun Lingkarjatim.com, kejadian itu bermula sekitar pukul 20.00 Wib, saat itu korban dijemput dua orang teman lelakinya di rumahnya untuk diantar ke toko modern di kecamatan Tanjungbumi untuk berbelanja kebutuhan pribadinya.

Setelah berbelanja, korban langsung diantar pulang oleh kedua teman lelakinya itu. Sesampainya di belakang Masjid di Desa Bungkeng, Kecamatan Tanjung Bumi, mereka bertiga dicegat oleh tujuh orang.

Korban dan kedua temannya itu ditanyai oleh ketujuh orang itu dari mana, lalu ketiganya menjawab, bahwa mereka baru selesai membeli keprluan sehari-hari korban. Setelah itu, korban dan rekannya melanjutkan perjalanan menuju rumah korban. Namun, tujuh orang itu mengikuti perjalanan mereka.

Baca Juga :  Dua Maling Motor Tertangkap di Mandung, Modusnya Niat Banget: Bobol Dinding Rumah

Sesampainya di tempat kejadian perkara (TKP), korban dan kedua temannya kembali diminta untuk berhenti dengan alasan bahwa korban dicari oleh keluarganya.

Setelah itu, seseorang dari tujuh pelaku meminta korban untuk dikembalikan. Akan tetapi, kedua korban tetap mempertahankan. Karena korban tidak diberikan oleh kedua temannya, ketujuh pelaku mengancam keduanya dengan senjata tam (sajam).

Karena mendapatkan ancaman, kedua teman korban menyerahkan korban kepada tujuh orang tersebut dengan catatan harus disampaikan kepada keluarganya, karena mereka membawa korban dari rumahnya secara baik-baik.

Setelah kedua teman korban pulang, sekitar pukul 01.00 wib, ketujuh pelaku memulai perbuatan kejinya dengan memperkosa korban secara bergantian. Pemerkosaan itu dilakukan hingga sekitar pukul 04.00 wib.

Saat diperkosa, korban sempat berusaha membebaskan diri dengan cara berteriak, namun usahanya sia-sia karena mulutnya ditutup.

Baca Juga :  Mayat di Sungai Burneh: Warga Modung

Namun korban tetap tidak menyerah, supaya bebas dari tindakan bejat tersebut, korban beralasan ingin membuang air kecil. Namun usahanya kembali gagal karena tujuh orang pelaku menjaga dengan ketat.

Setelah kencing, lalu korban diperkosa kembali oleh tujuh orang pelaku itu. Setelah itu, korban berlasan lagi ingin membuang air besar. Pada saat itu, korban tidak dijaga oleh pelaku. Pada saat itu juga, korban melarikan diri ke semak-semak.

Pelaku sempat mencari korban, tapi tidak ketemu. Lalu korban pulang ke rumahnya yang berjarak sekitar 600 meter dari TKP dalam keadaan telanjang.

Mengetahui kejadian itu, keluarga korban akhirnya melapor ke Polres Bangkalan pada Minggu 28 Juni 2020 untuk mencari keadilan agar segera diproses dan para pelaku segera ditangkap.

Kasatreskrim Polres Bangkalan AKP Agus Sobarna Praja membenarkan adanya laporan tersebut. Dia mengaku pihaknya sudah menerima laporan dari keluarga korban.

Baca Juga :  Polres Bangkalan Tangkap Pak Haji, Sindikat Bandit Mobil Bermodus Rental

“Kita sudah membuat tim untuk memproses kasus pemerkosaan supaya lebih cepat. Anggota juga sudah bergerak ke lapangan,” ujar dia, Selasa (30/06).

Agus menambahkan, sesuai laporan, pelakunya ada tujuh orang, namun pihaknya masih belum mengetahui identitas para pelakumasih belum diketahui.

”Kami sudah proses. Semoga segera terungkap para pelakunya,” ucap dia. (Moh Iksan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here