Tak Kunjung ada Kejelasan, LPBH NU Sampang Desak Polres Pamekasan Segera Tangkap Pelaku Pembunuhan Berencana

Konferensi Pers LPBH NU Sampang Terkait Kasus Pembunuhan Berencana (Foto: Jamaluddin)

SAMPANG, Lingkarjatim.com – Lembaga Penyuluh dan Bantuan Hukum (LPBH) NU Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur desak Polres Pamekasan segera tangkap pelaku pembunuhan berencana yang menimpa Samsul (38), Warga Desa Sokobanah Kabupaten Sampang.

Ketua LPBH NU Sampang, Alfian Farisi mengatakan, pembunuhan di Desa Pangeraman, Kecamatan Batumarmar, Kabupaten Pamekasan pada 19 Oktober 2023 lalu itu pembunuhan berencana. Diduga kuat pelaku lebih dari empat sampai lima orang.

“Saat ini polisi masih mengamankan satu orang yang menyerahkan diri. Untuk pelaku lain belum ditangkap, entah kenapa tidak tahu. Tapi yang jelas pihak kepolisian sudah mengantongi bukti, berupa foto ataupun video yang tertampak jelas bahwa pelaku pembunuhan terdapat ada empat-lima orang lebih,” ujarnya dihadapan wartawan.

Meeki dalam video sudah tampak jelas, Polres Pamekasan belum lakukan penangkapan pelaku-palaku lain dengan berbagai alasan. LPBH NU Sampang menyampaikan pendapat hukum melalui legal opini (LO) secara tertulis kepada pihak Polres Pamekasan tembusan ke Polda Jatim. LO tersebut  pada pokok materinya mengurai kronologis kejadian, kemudian pandangan hukum.

Kemudian, jika polisi perlu surat keterangan medis atau otopsi korban bisa dapat mengambil di rumah sakit Batumarmar, karena sebelum dimakamkan korban sempat dibawa ke rumah sakit tersebut.

“Dengan begitu tidak ada alasan lain bagi pihak kepolisian untuk tidak melakukan penangkapan pelaku-pelaku itu. Jadi, kami meminta Polres Pamekasan segera tangkap palaku lainnya,” imbuh kuasa hukum korban tersebut.

Kemudian, LPBH NU Sampang desak Polres Pamekasan untuk melakukan rekontruksi agar fakta-fakat pembunuhan itu jelas dan terungkap. Artinya ketika sudah jelas berapa pelakunya kepolisian segera menetapkan sebagai tersangka.

“Yang menyerahkan diri itu bilang kalau pelaku hanya sendiri, tapi itu tidak masuk akal, sebab dalam video sudah jelas. Bahkan dari pihak kepolisian meragukan jika pembunuhan itu dilakukan hanya satu orang,” tambahnya.

Sementara, anggota LPBH NU Sampang yang juga ikut mengawal kasus tersebut mengatakan, bahwa penanganan kasus di Polres Pamekasan tak kunjung ada kejelasan, padahal polisi sudah mencatat dan mengantongi nama-nama pelaku yang diduga. Mereka dilakukan pemanggilan dua kali tetapi tidak hadir ke Polres Pamekasan.

“Saya yakin Polres Pemekasan sudah tahu siapa pelakunya. Dan seharusnya gak usah menunggu lama soal penanganan kasus pembunuhan itu. Artinya bukti dari vedio sudah jelas, apalagi ada dugaan nama-nama yang dikantongi,” tegas Muhlas anggota LPBH NU Sampang.

Selain itu Muhlas merasa heran dengan kinerja Polres Pamekasan. Sebab, penanganannya terkesan tidak dilaksanakan. Ia mengingatkan bahwa itu bukan kasus sangketa tanah, tetapi pembunuhan. Artinya, jika sudah ada dugaan pelaku harap tangani dengan taktis, bukan bertele-tele seperti ini.

“Penanganannya itu bukan lamban lagi, tapi terkesan tidak dikerjakan. Buktinya sampai saat ini tidak ada perkembangan. Kita sudah sering ke Polres Pemekasan tapi hasilnya nihil. Ketika ditanya, jawabnya hanya janji, iya, penaganan sesuai prosedur,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here