Menu

Mode Gelap

HUKUM & KRIMINAL · 10 Aug 2020 15:54 WIB ·

Dikira Tukang Santet, Warga Kangayan Tewas di Atas Kapal


Dikira Tukang Santet, Warga Kangayan Tewas di Atas Kapal Perbesar

Ilustrasi Pembunuhan di Atas Kapal

SUMENEP, Lingkarjatim.com — Hasyim, lelaki warga Dusun Timur Sungai, Desa Saobi, Kecamatan Kangayan, Sumenep, Jawa Timur harus menghembuskan nafas terakhirnya di atas anjungan kapal di pelabuhan desa setempat, Selasa (04/08) malam.

Ia meregang nyawa setelah dianiaya As’ad Wahyudi, lelaki 35 tahun, dan Rifa’ie lelaki 33 tahun. Dua lelaki ini, ternyata bukan orang jauh, keduanya masih tetangga se-desa korban.

Kapolres Sumenep, AKBP Darman mengatakan, pelaku tega melakukan pembunuhan itu lantaran dendam. Mereka curiga, ponakannya meninggal dunia akibat disantet oleh Hasyim.

“Pelaku dendam karena (merasa, red) keponakannya telah disihir oleh korban,” kata Darman kepada sejumlah media di Mapolres Sumenep, Senin (10/08).

Polisi yang mendapat informasi kejadian ini, berangkat menuju tempat kejadian perkara (TKP). Kata Darman, saat itu ada tujuh Anggota Polsek Kangayan yang berangkat menuju Desa Saobi.

Setelah melakukan olah TKP, Polisi mendapat informasi dari masyarakat, sebelum pembunuhan itu terjadi, Rifa’ie meminta anak buah kapal (ABK) untuk turun dari kapal. Sehingga As’ad Wahyudi bisa leluasa membunuh korban.

Mendapat informasi itu, Polisi menyelidiki keberadaan Rifa’ie. Akhirnya, Polisi mengetahui rumah Rifa’ie ternyata di Dusun Inpres, Desa Saobi. Meski demikian, Polisi tidak lantas menangkap kuli bangunan tersebut. Dengan sejumlah pertimbangan, petugas minta bantuan untuk menangkap Rifa’ie.

Kata Darman, saat tujuh orang petugas dari KBO Resmob Polres Sumenep yang siap membantu tiba di lokasi, mereka langsung melakukan penyanggongan. Bukan hanya dari unsur Polisi, mereka juga dibantu dua orang petugas dari Koramil Kangean 0827/18.

Berkat bantuan ini, akhirnya petugas menangkap Rifa’ie di rumahnya, Kamis (6/8) malam. “Hasil interogasi menjelaskan bahwasanya eksekutor pembunuhan adalah As’ad Wahyudi,” tambah Darman.

Kemudian, petugas menelusuri pengakuan Rifa’ie. Petugas mulai mumburu As’ad Wahyudi. Tak lama kemudian, buruh bangunan itu juga ditangkap di rumahnya, di Dusun Timur Sungai, Desa Saobi.

Kepada Polisi, As’ad Wahyudi mengakui telah membunuh Hasyim beberapa hari lalu. Keduanya pun dibawa ke Kantor Polsek Kangayan untuk diselidiki.

Atas perbuatannya ini, mereka dijerat dengan Pasal 338 atau pasal 351 ayat (3) jonto pasal 55 ayat (1) atau pasal 56 ayat (1) dan (2) Kitab Undang-Undang Huk Pidana (KUHP). “Ancaman maksimal 15 tahun penjara,” tukas Darman. (Abdus Salam)

Facebook Comments Box
Artikel ini telah dibaca 2 kali

badge-check

Penulis

Baca Lainnya

Ratusan Kades di Sidoarjo Terima SK Perpanjangan Masa Jabatan

13 June 2024 - 19:58 WIB

Pj Bupati Bangkalan Lantik PAW Kades Labeng, Begini Pesannya

13 June 2024 - 18:00 WIB

Pj Bupati Tanggapi Prihal Anggaran Puluhan Juta untuk Foto Kopi di Dinas Pertanian Bangkalan

13 June 2024 - 09:56 WIB

Bertahun-tahun Perusahaan Pemotongan Kapal di Bangkalan Beroperasi Tanpa Izin

12 June 2024 - 14:43 WIB

Aktivis Anti Korupsi Pertanyakan Anggaran Puluhan Juta Dinas Pertanian Bangkalan untuk Apa?

12 June 2024 - 14:25 WIB

Akhir Semester Genap, Siswa SMA Al Muslim Diberikan Simulasi Tes Speaking Bahasa Inggris

11 June 2024 - 22:57 WIB

Trending di LINGKAR UTAMA