Jadi Klaster Baru Penyebaran Covid-19, Pemerintah Tidak Berani Tutup Pasar Kolpajung

SEPI: Pengendara Sepeda Motor Saat Melintas di Depan Pasar Tradisional Kolpajung Pamekasan

PAMEKASAN, Lingkarjatim.com – SM (52) perempuan, asal warga Desa Pangorayan, Kecamatan Proppo merupakan pedagang buah timun dan pisang di Pasar Tradisional Kolpajung yang beralamatkan di jalan Ronggosukowati Pamekasan dinyatakan positif virus corona oleh Satgas Covid-19 setempat pada 20 Mei 2020 kemarin.

Sementara S (55) perempuan, asal Warga Desa Plakpak, Kecamatan Pegantenan merupakan pedagang ikan di Pasar Kolpajung yang berstatus PDP dengan gejala batuk dan sesak nafas.

S menghembuskan nafas terahirnya pada tanggal 16 Mei 2020 kemarin, namun sebelumnya S sudah dilakukan pengambilan swab oleh tim Satgas Pamekasan dan tinggal menunggu hasil dari Kemenkes di Jakarta.

Dari dua kasus tersebut merupakan klaster baru penyebaran covid-19 di Kabupaten Pamekasan setelah sebelumnya ada klaster haji dan klaster pendatang.

Langkah yang diambil oleh tim Satgas Pamekasan terhadap klaster pasar Kolpajung yakni melakukan penyemprotan Disenfektan dan melakukan tracking atau pelacakan terhadap orang yang sempat kontak langsung dengan dua pedagang tersebut, baik yang pedagang ikan maupun pedagang buah timun dan pisang.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 Pemkab Pamekasan, Totok Hartono saat ditemui di halaman belakang Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, pada Kamis (21/5/2020) malam.

Baca Juga :  Pasien Positif Covid-19 di Pamekasan Bertambah 7

“Kasus yang terjadi di Pasar Kolpajung itu bisa dikatakan transmisi lokal dan kasus seperti ini sebelumnya memang sempat dihawatirkan oleh kita. Maka dari itu kita harus lebih waspada dengan cara mengikuti anjuran pemerintah seperti biasakan menggunakan masker jika hendak keluar rumah, biasakan cuci tangan, jaga imun dan yang terpenting tidak panik,” ungkapnya.

Walaupun pasar Kolpajung sudah menjadi klaster baru penyebaran covid-19 transmisi lokal, Namun Pemerintah Pamekasan tetap tidak berani melakukan penutupan pasar tersebut.

“Pasar tidak bisa ditutup, karena itu menjadi kebutuhan masyarkat. Namun kami menerapkan protokol Covid-19 di Pasar tersebut,” kata Totok Hartono.

Berdasarkan sebaran Covid-19 terbaru yang dikeluarkan oleh Satgas Pamekasan, jumlah ODP 460 orang (450 sudah dipantau, 10 lainnya sedang dipantau), PDP 39 orang (14 orang diketahui negatif dan 25 lainnya menunggu hasil swab), sementara yang sudah terkonfirmasi sebanyak 14 orang (2 orang meninggal, 6 orang sudah sembuh dan 6 orang lainnya sedang dirawat). (Supyanto Efendi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here